Maulid Nabi dan Kemerdekaan jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi Umat untuk Indonesia

3 hours ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Jakarta, VIVA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tahun ini berlangsung di tengah suasana bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Pertemuan dua momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali melihat makna kemerdekaan tidak hanya dari sisi sejarah dan spiritual, tetapi juga dari bagaimana masyarakat membangun kemandirian ekonomi.

Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah, sementara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengingatkan kembali perjuangan bangsa untuk terbebas dari penjajahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya memiliki benang merah berupa semangat pembebasan dan perbaikan kehidupan manusia. Jika kemerdekaan Indonesia membawa bangsa keluar dari penjajahan, keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan pembebasan manusia dari ketidakadilan, keterbelakangan, dan berbagai persoalan sosial.

Konteks tersebut menjadi semakin relevan ketika kemerdekaan dikaitkan dengan kemandirian ekonomi masyarakat. Sebab, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan secara politik, tetapi juga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Maulid Nabi di Tengah Bulan Kemerdekaan

Momentum Maulid Nabi 1448 H dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berdekatan pada Agustus 2026 juga mendorong berbagai pihak untuk menghubungkan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.

Kementerian Agama RI bahkan meluncurkan gerakan Gema Selawat Kebangsaan dengan target 1.781.945 peserta. Angka tersebut mengambil simbol dari tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia.

Semangat tersebut menunjukkan bahwa kecintaan kepada bangsa dapat berjalan beriringan dengan penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, mengisi kemerdekaan juga berarti membangun masyarakat yang jujur, amanah, cerdas, dan mampu menyampaikan kebaikan. Nilai tersebut sejalan dengan sifat Rasulullah SAW, yakni shiddiq, amanah, fathanah, dan tabligh.

Syarikat Islam Kaitkan Maulid dengan Kemandirian Ekonomi

Semangat tersebut turut menjadi perhatian Syarikat Islam dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Tahun ini, Syarikat Islam mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW, Memperkuat Persaudaraan, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian kepada Umat.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tema tersebut dinilai relevan karena peringatan Maulid Nabi berlangsung dalam momentum bulan kemerdekaan.

Presiden Laznah Tanfidziah Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, sejak awal berdirinya, gerakan Syarikat Islam memiliki hubungan erat dengan perjuangan membangun kemerdekaan Indonesia.

Halaman Selanjutnya

“Bagi Syarikat Islam, ada tiga dasar yang selalu berkelindan, yaitu Islam, nasionalisme dan keindonesiaan. Itu merupakan satu kesatuan,” ujar Hamdan dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |