VIVA – Meksiko sukses memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Ekuador dengan skor 2-0 di Stadion Azteca, Mexico City. Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena mengakhiri penantian panjang El Tri untuk meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia setelah lebih dari empat dekade.
Dua gol kemenangan Meksiko dicetak oleh Julian Quinones dan Raul Jiménez. Hasil itu sekaligus menjadikan Meksiko sebagai negara tuan rumah kedua yang memastikan tiket ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski tengah menikmati euforia kemenangan, kabar kurang menyenangkan justru menghampiri Federasi Sepak Bola Meksiko. DIkutip dari Sport Bible, FIFA dikabarkan kembali membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi setelah terdengar nyanyian bernada homofobik dari sebagian suporter sepanjang pertandingan melawan Ekuador.
Insiden tersebut kembali memunculkan persoalan lama yang selama bertahun-tahun membayangi sepak bola Meksiko. Chant kontroversial itu terdengar saat kiper lawan melakukan tendangan gawang, sebuah kebiasaan yang berulang kali menjadi perhatian FIFA dalam berbagai turnamen internasional.
Suporter terdengar meneriakkan kata "p*to", sebuah istilah dalam bahasa Spanyol yang secara harfiah berarti pelacur pria. Dalam konteks sepak bola, kata tersebut dianggap sebagai hinaan yang mengandung unsur diskriminasi sehingga masuk dalam pelanggaran terhadap aturan anti-diskriminasi FIFA.
Nyanyian serupa bukan pertama kali terjadi di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, FIFA juga mencatat insiden yang sama dalam Piala Dunia 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, hingga 2022 di Qatar.
Federasi Sepak Bola Meksiko sebenarnya telah berulang kali melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Mulai dari kampanye edukasi, imbauan kepada suporter, hingga ajakan langsung dari para legenda sepak bola Meksiko telah dilakukan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Legenda tim nasional Meksiko yang tampil di Piala Dunia 1986 bahkan ikut mengampanyekan agar suporter mengganti chant tersebut dengan gerakan "Mexican Wave" tanpa mengucapkan kata-kata yang mengandung hinaan. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.
Sejak laga pembuka Piala Dunia 2026, chant kontroversial itu masih beberapa kali terdengar di tribun pendukung Meksiko. Kondisi tersebut membuat FIFA kembali memantau perilaku suporter selama turnamen berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Jika terbukti melanggar Kode Disiplin FIFA, Federasi Sepak Bola Meksiko berpotensi menerima hukuman tambahan. Bentuk sanksi bisa berupa denda, pembatasan jumlah penonton, hingga sanksi lain sesuai hasil investigasi Komite Disiplin FIFA.

1 week ago
4











