Senin, 13 April 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran kembali memanas. Hal ini menyusul dengan tidak tercapainya kesepakatan antara kedua negara tersebut dalam perundingan yang digelar selama 21 jam di Islamabad akhir pekan kemarin.
Setelah perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan, Presiden AS Donald Trump langsung melontarkan ancaman dengan rencana memblokade Selat Hormuz. Kini giliran Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang menyampaikan peringatan keras sebagai respons.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam keterangannya pada Minggu 12 April waktu setempat, Qalibaf mengatakan bahwa rakyat Iran telah membuktikan tidak akan tunduk pada ancaman AS. Dia juga menegaskan bahasa ancaman tidak akan berhasil terhadap Iran.
Ia menambahkan bahwa sejak Revolusi Islam Iran 1979, Iran telah menunjukkan tidak akan menyerah di bawah tekanan militer, ekonomi, maupun politik. Secara langsung ia menyampaikan kepada Trump bahwa Iran akan merespons sesuai dengan sikap yang dihadapi baik konfrontasi maupun dialog.
“Jika kalian memilih perang, kami akan melawan. Jika kalian datang dengan logika, kami akan merespons secara logis. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun. Ujilah tekad kami sekali lagi, maka kami akan memberi pelajaran yang lebih besar,” ujarnya seperti dikutip dari laman Presstv.ir, Selasa 13 April 2026.
Selain itu dia juga memperingatkan bahwa Iran siap memberikan pelajatan yang lebih besar kepada AS jika kembali dihadapkan pada situasi serupa.
Dalam kesempatan yang sama dia juga menegaskan bahwa satu-satunya jalan bagi Amerika Serikat adalah membangun kembali kepercayaan dengan Iran. Menurutnya, Washington berutang kepada rakyat Iran dan harus berusaha menebus kesalahan di masa lalu.
Qalibaf juga menyoroti bahwa aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh negeri untuk mendukung Republik Islam sejak dimulainya agresi AS-Israel pada akhir Februari telah memperkuat posisi Iran dalam perundingan yang dimediasi Pakistan di Islamabad.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Qalibaf juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Iran atas kehadiran yang lebih kuat dari sebelumnya di jalanan, yang menurutnya semakin memperkokoh kemampuan tim negosiator dalam membela kepentingan nasional.
Perundingan 21 Jam Iran dan AS
Halaman Selanjutnya
Delegasi Iran kembali ke Teheran setelah menjalani 21 jam negosiasi intensif dengan tim Amerika Serikat yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Iran setuju mengikuti perundingan tersebut setelah pejabat AS memberi sinyal menerima syarat umum Iran untuk mengakhiri perang, berdasarkan proposal 10 poin yang sebelumnya diajukan Teheran melalui perantara.

1 week ago
8



























