Menaker Yassierli Ajak Negara Anggota BRICS Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Masa Depan

4 weeks ago 7

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:29 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengusulkan agar negara-negara anggota BRICS bersama-sama memperkuat pemetaan kebutuhan keterampilan tenaga kerja di masa depan. Sehingga, bisa mengisi kebutuhan kerja yang terus berkembang.

Usulan tersebut disampaikan Menaker Yassierli dalam Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS (BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting/LEMM) 2026, di Hyderabad, India, Rabu (15/7) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menaker mengusulkan agar proyeksi kebutuhan keterampilan masa depan (future skills forecasting) menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT. Menurut Menaker, langkah tersebut penting untuk membantu negara-negara BRICS mengantisipasi perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, perubahan demografi, dan transisi menuju ekonomi hijau.

“Dalam BRICS CONNECT, Indonesia melihat pentingnya memperkuat pemahaman bersama mengenai kebutuhan ketenagakerjaan dan keterampilan di masa depan. Karena itu, Indonesia mengusulkan agar future skills forecasting menjadi salah satu fokus kerja sama dalam BRICS CONNECT,” kata Yassierli dikutip dari keterangannya, Kamis, 16 juli 2026.

Menaker menjelaskan, pemetaan keterampilan masa depan akan membantu negara-negara BRICS memahami perubahan kebutuhan pasar kerja, mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan, serta menyelaraskan kebijakan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain menyampaikan usulan tersebut, Menaker juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam memperkuat ketahanan pasar kerja.

Upaya itu dilakukan melalui perluasan akses pelatihan dan jaminan sosial bagi pekerja informal, pembentukan Satuan Tugas PHK, penguatan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta perluasan kesempatan kerja bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Sebagai langkah konkret, tahun ini pemerintah membangun pusat pelatihan vokasi dan layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. Pusat tersebut dilengkapi teknologi asistif dan contoh penataan tempat kerja yang lebih inklusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat south-south cooperation, saling belajar, dan menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi pekerja, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara-negara anggota lainnya,” ujar Menaker RI itu pula.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Pemerintah Indonesia terus memperkuat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja melalui program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta dan Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 300 ribu peserta tahun ini.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, keberhasilan program-program prioritas pemerintah juga turut ditopang oleh keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan industri. Di bidang digital, pemerintah terus memperkuat sistem informasi pasar kerja terintegrasi yang menghubungkan pencari kerja dan pemberi kerja melalui satu platform layanan ketenagakerjaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |