Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengelar rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah dan kementerian/lembaga terkait digitalisasi bantuan sosial (bansos).
Tito mengatakan rapat ini dalam rangka penuntasan pilot project digitalisasi bansos di 43 kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dan ini merupakan cikal bakal juga roadmap untuk menuju GovTech atau Government Technology Indonesia Government,” ungkap Tito dalam rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan digitalisasi bansos dilakukan agar pekerjaan lebih efisien dan transparan.
“Penyelenggaraan GovTech ini saya pikir yang pertama paling masif menggunakan AI baru di Indonesia,” ujar Luhut.
Luhut mengatakan proses seleksi penerima bantuan sosial (bansos) untuk pertama kalinya dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui sistem pertukaran data lintas sektor.
Dia menyebut sistem tersebut merupakan hasil pengembangan tim Government Technology Indonesia tanpa harus membeli perangkat lunak dari luar negeri. Meskipun Estonia sempat menawarkan perangkat lunak serupa senilai 500.000 euro.
“Artinya apa, anak bangsa itu bisa membuat, tidak mesti kita tergantung pada negara-negara lain. Kita pelajari ya, tapi kita jangan tergantung pada mereka,” ungkap Luhut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam rapat ini, turut hadir Menteri PAN RB, Kepala BSSN, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Kepala BPS. Sementara itu, kepala daerah menghadiri rapat melalui aplikasi Zoom.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
Polri Salurkan Bansos Buat Warga Cikeas Bogor, Kombes Made Ungkap Harapannya
Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polri terus mengoptimalkan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat.
VIVA.co.id
29 Juni 2026

2 weeks ago
4











