Mengapa Ibu Hamil Sulit Menahan Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya

2 weeks ago 13

Senin, 29 Juni 2026 - 18:00 WIB

VIVA –Keluhan sering ingin buang air kecil hingga sulit menahan berkemih kerap dialami sebagian perempuan saat hamil. Kondisi ini biasanya membuat ibu hamil merasa lebih tidak nyaman dalam beraktivitas, bahkan dalam beberapa situasi bisa sampai terjadi kebocoran urine secara tidak sengaja.

Meski terlihat sepele, kondisi ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang terjadi di dalam tubuh selama masa kehamilan. Mulai dari faktor fisik hingga perubahan hormon, semuanya bisa berperan terhadap meningkatnya frekuensi berkemih dan menurunnya kemampuan menahan rasa ingin buang air kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas apa yang menyebabkan hal tersebut? Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional dan Neurologi Prof. Dr. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U (K), PhD menjelaskan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah adanya tekanan pada kandung kemih akibat kondisi kehamilan.

"Pertama ada bayi di dalam rahimnya ini membuat salah satu tekanan perutnya lebih membesar. Ada tekanan di kandung kemih sehingga bisa membuat dia mengompol," kata dia di Jakarta, Senin 29 Juni 2026. 

Ia menambahkan, posisi rahim yang berada di belakang kandung kemih membuat organ tersebut semakin tertekan seiring membesarnya janin.

"Rahim letaknya berada di belakang kandung kemih jadi dengan makin besar bisa menekan kandung kemih. Sehingga kandung kemihnya juga lebih sensitif karena tertekan dari belakang," sambung dia.

Sejumlah kondisi lain juga disebut dapat ikut memengaruhi, termasuk risiko infeksi saluran kemih yang lebih rentan terjadi pada ibu hamil. Hal inilah yang kemudian membuat keluhan sulit menahan kencing perlu diperhatikan lebih lanjut.

"Sering terjadi pada perempuan hamil adalah infeksi saluran kemih karena perubahan hormon dan lain-lain. Itu bisa menyebabkan sampai bisa menyebabkan ngompol. Ibu hamil keluhannya susah menahan kencing, mengompol coba diperiksa itu bisa membahayakan kalau sampai terjadi infeksi saluran kemih bersamaan dengan kehamilan," sambung dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gangguan Kandung Kemih

Gangguan kandung kemih dan dasar panggul merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi, namun sering kali tidak terdiagnosis dan tidak tertangani secara optimal. Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 perempuan mengalami gangguan kemih, mulai dari inkontinensia urin (anyang-anyangan atau tidak dapat menahan kencing), overactive bladder, prolaps organ panggul, hingga gangguan fungsi dasar panggul lainnya. Sayangnya, banyak pasien masih menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan, sehingga terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Halaman Selanjutnya

Terkait dengan permasalahan tersebut, kini hadir teknologi Video Urodynamic Studies (VUDS), teknologi diagnostik canggih yang memungkinkan dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bawah secara lebih detail dan real-time. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab berbagai gangguan berkemih secara lebih akurat sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |