Mengenal Justin Kluivert, Anak Patrick Kluivert yang Apes Gagal Penalti hingga Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

2 weeks ago 3

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:10 WIB

VIVA – Justin Kluivert tengah menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi penalti yang berujung pada tersingkirnya Belanda dari Piala Dunia 2026.

Putra mantan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert itu pun harus menerima kenyataan pahit di tengah perjuangannya membangun karier di level tertinggi sepak bola Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Belanda harus mengakhiri langkahnya usai kalah dramatis dari Maroko melalui adu penalti. Pertandingan yang berlangsung Senin (29/6/2026) atau Selasa pagi WIB itu berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Maroko menang 3-2 lewat babak tos-tosan.

Kluivert menjadi salah satu dari tiga eksekutor Belanda yang gagal menjalankan tugasnya. Selain dirinya, Quinten Timber dan Crysencio Summerville juga tidak mampu mencetak gol.

Virgil van Dijk di laga Belanda vs Maroko

Photo :

  • REUTERS/Raquel Cunha

Tendangan penalti Kluivert sebenarnya berhasil mengecoh kiper Maroko, Bono, namun bola hanya membentur tiang gawang. Sementara itu, eksekusi Timber melenceng dari sasaran dan tendangan Summerville berhasil dibaca serta ditepis Bono.

Namin sayang, harapan Belanda benar-benar pupus setelah Ismael Saibari sukses menjadi algojo terakhir Maroko dan memastikan kemenangan tim berjuluk Singa Atlas.

Perjalanan Karier Justin Kluivert

Justin Kluivert lahir di Zaandam, Belanda, pada 5 Mei 1999. Sebagai putra legenda sepak bola Belanda Patrick Kluivert, ia telah mengenal dunia sepak bola sejak kecil.

Pada usia enam tahun, Justin bergabung dengan akademi Ajax pada 2007. Meski memiliki nama besar sang ayah, ia tetap harus bersaing dengan ratusan pemain muda lainnya untuk membuktikan kualitasnya.

Setelah hampir satu dekade menimba ilmu di akademi, Justin akhirnya promosi ke Jong Ajax sebelum mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama di bawah asuhan Peter Bosz.

Debut resminya bersama Ajax terjadi pada Januari 2017 saat menghadapi PEC Zwolle. Dalam pertandingan itu, Ajax meraih kemenangan 3-1 dan menjadi awal perjalanan Justin di level profesional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kariernya semakin berkembang pada musim 2017/2018 ketika ditangani Erik ten Hag. Ia tampil impresif dengan mencetak 10 gol dari 30 pertandingan Eredivisie dan dinobatkan sebagai peraih penghargaan NXGN untuk pemain terbaik dunia kategori U-19.

Penampilan gemilang tersebut menarik minat sejumlah klub elite Eropa seperti AC Milan, Barcelona, Liverpool, hingga Manchester United.

Halaman Selanjutnya

Namun, Justin memilih bergabung dengan AS Roma karena menilai klub Italia itu sebagai tempat terbaik untuk mengembangkan kariernya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |