Surabaya, VIVA – Di tengah tren gaya hidup sehat, line dance mulai dilirik sebagai salah satu olahraga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh dan mental. Berbasis gerakan tarian yang mengikuti irama musik, line dance menjadi pilihan aktivitas fisik yang mudah diikuti oleh berbagai kalangan, dari anak muda hingga lansia.
Secara medis, line dance termasuk olahraga kardio dengan intensitas sedang. Aktivitas ini mampu membantu membakar sekitar 200–400 kalori per jam, tergantung pada intensitas gerakan yang dilakukan. Gerakan yang berulang dan terstruktur juga membantu meningkatkan koordinasi, keseimbangan, serta fleksibilitas tubuh. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya itu, line dance juga efektif dalam memperkuat otot, terutama di bagian kaki, pinggul, dan inti tubuh. Kombinasi langkah maju, mundur, hingga putaran membuat otot bekerja aktif tanpa terasa terlalu membebani, sehingga cocok bagi mereka yang ingin berolahraga secara konsisten namun tetap ringan.
Manfaat lainnya terlihat pada kesehatan jantung. Aktivitas ini membantu menjaga detak jantung tetap stabil, yang jika dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit seperti gangguan kardiovaskular, Diabetes Tipe 2, serta obesitas. Selain itu, line dance juga dapat membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Dari sisi psikologis, line dance menawarkan nilai tambah yang tidak dimiliki semua jenis olahraga. Iringan musik dan aktivitas berkelompok terbukti mampu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta membantu menjaga kesehatan mental. Interaksi sosial yang terjadi selama aktivitas juga berperan dalam meningkatkan rasa kebersamaan dan mengurangi rasa kesepian.
“Line dance merupakan olahraga yang sangat baik untuk kesehatan karena membantu meningkatkan kebugaran jantung, melatih keseimbangan, serta memperkuat otot tubuh, khususnya di bagian kaki dan pinggul. Selain itu, aktivitas ini juga menyenangkan sehingga dapat membantu mengurangi stres," ujar Iyan instruktur line dance, dalam keterangannya, dikutip Minggu 12 April 2026.
"Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, line dance sebaiknya dilakukan secara rutin sekitar 2 hingga 3 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30–45 menit setiap sesi," sambungnya.
Halaman Selanjutnya
Popularitas line dance juga terlihat dari berbagai kegiatan komunitas yang mulai mengadopsinya sebagai sarana olahraga bersama. Salah satunya kegiatan yang digelar oleh Holywings Peduli di Superhouse Surabaya dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dan menjadi contoh bagaimana olahraga ini dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

2 weeks ago
16



























