Menhan Pakistan Sebut Israel 'Kutukan bagi Kemanusiaan', Singgung Balasan Neraka

2 weeks ago 8

Jumat, 10 April 2026 - 12:30 WIB

VIVA –Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyebut Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan, dan mengatakan bahwa aksi genosida masih terus berlangsung di kawasan Timur Tengah. Hal ini disampaikan Asif melalui akun media sosial X miliknya pada Kamis malam waktu setempat.

“Israel adalah kekuatan jahat dan kutukan bagi kemanusiaan. Saat pembicaraan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida justru terjadi di Lebanon,” ujar Asif dikutip dari laman Anadolu Agency, Jumat 10 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyebutkan bahwa warga sipil tak berdosa turut menjadi korban serangan Israel.

“Dimulai dari Gaza, lalu Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tambahnya.

Asif bahkan menyatakan harapannya agar pihak-pihak yang mendirikan Israel di tanah Palestina mendapat balasan setimpal di neraka.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Israel ke Lebanon, meskipun upaya diplomatik masih terus berlangsung. Upaya ini berkaitan dengan gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada hari Selasa oleh Amerika Serikat dan Iran, serta dimediasi oleh Pakistan.

Sementara pihak mediator dari Pakistan dan Teheran menyebut bahwa gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv membantah hal itu.

Sejak Rabu, militer Israel dilaporkan meningkatkan serangan di berbagai wilayah Lebanon, yang menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya, menurut data dari pertahanan sipil Lebanon.

Secara keseluruhan, sejak ofensif Israel diperluas di Lebanon pada 2 Maret, sebanyak 1.888 orang dilaporkan tewas dan 6.092 lainnya terluka, berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon.

Perundingan Islamabad

Seperti diketahui, Iran dan Amerika Serikat akan melakukan perundingan setelah menyepakati gencatan senjata pada Rabu lalu. Perundingan dijadwalkan dimulai akhir pekan ini di Islamabad, setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara resmi mengundang kedua pihak untuk mencari penyelesaian penuh atas konflik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan formal akan dimulai Sabtu pagi waktu setempat.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pada 8 April bahwa perundingan bisa berlangsung hingga 15 hari. Artinya, sebagian delegasi mungkin akan tinggal lebih lama di Islamabad atau kembali lagi untuk putaran berikutnya.

Halaman Selanjutnya

Terkait pembicaraan dalam pertemuan itu, melansir laman Al Jazeerah, saat ini diketahui kedua pihak masih memiliki perbedaan besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |