loading...
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam (SAW) mengajarkan sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan setelah pulang haji agar kemabruran tetap terjaga. Foto ilustrasi/ist
Bagi jemaah yang baru saja menunaikan ibadah haji , perjalanan spiritual sesungguhnya baru akan dimulai. Terutama untuk menjaga kemabruran haji tetap terjadi. Berikut penjelasannya:
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam (SAW) mengajarkan sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan setelah pulang haji agar kemabruran tetap terjaga.
Menurut sabda Nabi, Ibadah haji yang mabrur akan berdampak pada sikap, akhlak, dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT. Dikutip dari kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan, agar semangat kemabruran haji itu tak luntur, berikut 7 amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama.
1. Membaca Doa Pulang dari Perjalanan (Doa Haji dan Umrah)
Rasulullah SAW mengajarkan untuk bertakbir dan membaca doa khusus ketika tiba dari perjalanan, termasuk dari haji:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحَدَهُ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahû, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alâ kulli syai'in qadîr. Âyibûna tâ'ibûna 'âbidûna sâjidûna li rabbinâ hâmidûn. Shadaqallâhu wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzâba wahdah.
Baca juga: Doa Jemaah yang Baru Pulang Haji Dijamin Mustajab 40 Hari, Benarkah?
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami pulang dengan bertaubat, beribadah, bersujud, dan memuji Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan kelompok-kelompok (kafir) sendirian.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Mengabari Keluarga Sebelum Tiba di Rumah
Sunnah lainnya adalah memberi kabar kepada keluarga sebelum tiba. Ini agar mereka bersiap dan tidak terkejut. Selain itu, ini juga bentuk sopan santun dan kasih sayang.
3. Berdoa Saat Melihat Batas Kampung Halaman
Ketika memasuki kota atau desa, Rasulullah SAW membaca doa khusus yang luar biasa dalam maknanya:
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab'i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya."
4. Tidak Masuk Rumah di Malam Hari
Rasulullah SAW tak pernah masuk rumah saat malam setelah safar. Beliau memilih datang pagi atau sore.




































