Raksasa Ritel Kembali Efisiensi, 1.000 Karyawan Terdampak

8 hours ago 6

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:15 WIB

Jakarta, VIVA – Raksasa ritel Amerika Serikat (AS), Walmart memangkas atau merelokasi sekitar 1.000 posisi karyawan korporat sebagai bagian dari restrukturisasi internal perusahaan. Hal tersebut diungkap juru bicara perusahaan yang sekaligus mengonfirmasi jumlah posisi yang terdampak. 

Sebelumnya, kabar ini lebih dulu dilaporkan The Wall Street Journal. Perusahaan menyebut langkah ini dilakukan untuk mengurangi duplikasi pekerjaan dan menyederhanakan struktur organisasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut diumumkan melalui memo internal yang dikirim kepada karyawan oleh Chief Technology and Development Officer Walmart Suresh Kumar dan Executive Vice President AI Acceleration, Product and Design Daniel Danker.

Dalam memo tersebut, Walmart menjelaskan bahwa selama setahun terakhir, perusahaan telah menyatukan sistem kerja Walmart AS, Sam’s Club, dan bisnis internasional ke dalam satu platform global.

Walmart Store

Photo :

  • corporate.walmart.com

“Hal ini memungkinkan kami membangun satu kali dan mengembangkannya secara global, mempercepat inovasi, dan mengurangi duplikasi,” tulis manajemen dalam memo tersebut, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Rabu, 13 Mei 2026.

Walmart mengatakan, pihaknya menemukan beberapa tim yang mengerjakan pekerjaan serupa, sehingga perusahaan memutuskan melakukan penyederhanaan organisasi.

“Kami telah membuat perubahan untuk menyederhanakan bagaimana pekerjaan diorganisasi, memperjelas kepemilikan tugas, dan menyelaraskan peran dengan pekerjaan serta keterampilan yang kami butuhkan ke depan,” tulis memo tersebut.

Restrukturisasi itu mencakup pembaruan sejumlah posisi, penggabungan tim, serta penyesuaian lokasi kerja untuk beberapa peran tertentu. Walmart juga menyebut sebagian karyawan akan mendapat peluang promosi ke posisi yang lebih luas.

Namun perusahaan mengakui perubahan tersebut berdampak pada sejumlah pekerja. “Beberapa pekerjaan telah dikonsolidasikan dan beberapa peran dihapuskan, dan kami memahami hal ini berdampak nyata terhadap individu dan tim,” lanjut isi memo.

Walmart mengatakan, perusahaan akan membantu karyawan terdampak untuk mencari peluang kerja lain di internal perusahaan jika memungkinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, ini bukan pertama kalinya Walmart melakukan efisiensi tenaga kerja. Pada Mei tahun lalu, perusahaan juga memangkas sekitar 1.500 karyawan korporat dengan alasan mengurangi kompleksitas organisasi.

Untuk per Januari 2026, Walmart sendiri memiliki sekitar 2,1 juta karyawan di seluruh dunia.

Ilustrasi PHK

Perusahaan Ramai-Ramai Pangkas Karyawan demi AI, Ini Data Terbarunya

AI menjadi penyebab utama PHK global pada April 2026 dengan kontribusi 26 persen dari total pemutusan kerja, menurut laporan Challenger. Baca di sini selengkapnya

img_title

VIVA.co.id

12 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |