Bukan Gara-gara Jarang Cuci Muka, Ini Akar Masalah Jerawat yang Sering Terlewat

7 hours ago 4

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:22 WIB

Jakarta. VIVA Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dialami masyarakat, baik remaja maupun orang dewasa. Sayangnya, hingga kini masih banyak yang menganggap jerawat muncul karena seseorang jarang mencuci muka atau kurang menjaga kebersihan kulit. 

Padahal, penyebab jerawat jauh lebih kompleks daripada sekadar persoalan kebersihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak sedikit orang yang sudah rajin membersihkan wajah, menggunakan berbagai produk perawatan kulit, hingga menjalani treatment tertentu, tetapi tetap mengalami jerawat yang muncul berulang kali. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang bekerja di balik terbentuknya jerawat dan sering kali tidak disadari.

Jerawat Berawal dari Produksi Minyak Berlebih

Dalam dunia dermatologi, jerawat umumnya muncul akibat kombinasi beberapa faktor. Mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, hingga peradangan pada kulit.

Di antara berbagai faktor tersebut, produksi minyak berlebih atau sebum sering dianggap sebagai salah satu pemicu utama. Sebum sebenarnya berfungsi menjaga kelembapan alami kulit. Namun ketika diproduksi secara berlebihan, minyak dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang. Akibatnya, muncul komedo, jerawat meradang, hingga jerawat berukuran besar yang sulit dihilangkan.

Karena itulah, membersihkan wajah secara rutin memang penting, tetapi tidak selalu cukup untuk mencegah munculnya jerawat. Jika produksi minyak tetap berlebihan atau faktor pemicunya belum teratasi, jerawat dapat terus muncul meski seseorang sudah menjaga kebersihan wajah dengan baik.

Mengapa Jerawat Sering Kambuh?

Salah satu keluhan yang paling sering dialami penderita jerawat adalah kondisi kulit yang membaik untuk sementara waktu, lalu kembali berjerawat beberapa minggu atau bulan kemudian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini terjadi karena banyak metode penanganan hanya berfokus pada gejala yang tampak di permukaan kulit. Misalnya mengurangi kemerahan, mengeringkan jerawat yang sedang aktif, atau membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Padahal, apabila akar masalahnya belum ditangani, seperti produksi minyak yang berlebihan atau peradangan yang terus berulang, jerawat berpotensi muncul kembali.

Halaman Selanjutnya

Faktor hormonal juga memiliki peran penting dalam pembentukan jerawat. Itulah sebabnya jerawat sering muncul pada masa pubertas, menjelang menstruasi, atau saat seseorang mengalami stres yang memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |