Menteri Keamanan Israel Sebut Dirinya Seperti Pemilik Masjid Al Aqsa

1 week ago 7

Senin, 13 April 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir mengatakan bahwa ia merasa seerti ’pemilik’ Masjid Al Aqsa yang berada di Kota Tua Yerusalem. Dalam pernyataannya Minggu 12 April kemarin, Gvir uga berupaya untuk memberikan akses yang lebih besar bagi para jamaah Yahudi.

Pernyataan kontroversial Ben Gvir ini disampaikan saat melakukan penggerebekan di Al Aqsa hanya beberapa hari setelah Israel kembali membuka kawasan tersebut untuk masyarakat Palestina setelah sebulan lebih ditutup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Hari ini saya merasa seperti pemili di sini. Masih banyak yang harus dilakukan, masihi banyak yang harus diperbaiki. Saya terus mendorong Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) untuk berbuat lebih banyak lagi. Kita harus terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi,” kata dia  dalam sebuah video yang difilmkan di lokasi tersebut dikutip dari laman Middle East Eye, Senin 13 April 2026.

Komentar Ben Gvir itu muncul di tengah upaya keberlanjutan untuk meningkatkan kehadiran Yahudi di lokasi tersebut sekaligus membatasi akses warga Palestina di sana.

Sebagai informasi, awal pekan ini Israel membuka Masjid Al Aqsa setelah penetupan selama lebih dari 40 hari. Penutupan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mengakibatkan warga Palestina tidak boleh menginjakkan kaki di Masjid tersebut selama Ramadan, Idul Fitri dan Salat Jumat.

Otoritas Israel juga kembali mengizinkan aksi masuk setiap hari oleh kelompok Ultranasionalis ke kompleks Al Aqsa bahkan dengan durasi yang diperpanjang.

Masjid Al-Aqsa diatur oleh kesepakatan lama yang dikenal sebagai Status Quo, sebuah pengaturan internasional yang mengakui karakter Islam dari situs tersebut serta memberikan otoritas Muslim kendali atas akses, ibadah, dan perawatannya. Dalam kesepakatan yang sensitif ini, umat Yahudi diperbolehkan berkunjung, tetapi tidak diizinkan untuk beribadah di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Israel telah lama melanggar pengaturan tersebut, termasuk dengan membiarkan penggerebekan dan pelaksanaan ibadah oleh kelompok ultranasionalis Israel di dalam kompleks tanpa persetujuan pihak Palestina.

Aksi masuk yang berulang ini memicu kekhawatiran bahwa Israel mungkin akan mengubah aturan yang selama ini berlaku, seperti menyediakan lebih banyak ruang bagi umat Yahudi untuk beribadah atau menambah waktu khusus untuk mereka.

Halaman Selanjutnya

Meskipun otoritas rabinat utama Israel sejak lama melarang umat Yahudi beribadah di Al-Aqsa yang diyakini berdiri di atas lokasi kuil Yahudi kuno yang telah hancur, kelompok ultranasionalis semakin sering menerobos masuk dan beribadah di sana dengan dukungan pejabat seperti Ben Gvir.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |