Menteri PU Ungkap Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Dokumen Internal Kementerian

4 hours ago 5

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:58 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap adanya dugaan pemalsuan tanda tangan miliknya pada dokumen internal Kementerian PU. Kasus tersebut kini telah diserahkan kepada biro hukum untuk diproses lebih lanjut.

Dody mengatakan, dokumen yang beredar merupakan dokumen asli kementerian, namun tanda tangan yang tercantum bukan miliknya. Selain itu, terdapat perbedaan nomor dokumen dengan arsip resmi yang dimiliki kementerian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Dody dalam media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Mei 2026. Ia mengaku prihatin karena dugaan pemalsuan terjadi di kementerian yang mengelola anggaran besar setiap tahunnya.

"Ya itu memang fakta yang menyedihkan," ujarnya. Ia juga mengaku terpukul dengan adanya peristiwa semacam itu di Kementerian PU.

"Sebetulnya saya itu terpukul, tertampar, terludahi, dan sedih sekali," ungkap Dody. 

Menurut Dody, dugaan pemalsuan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan administrasi di lingkungan kementerian. Ia khawatir praktik serupa juga dapat terjadi pada dokumen pejabat lain.

"Kalau kemudian tanda tangan Menteri PU aja berani dipalsukan, ya gimana dengan tanda tangan yang lain, kan? Dirjen, Sekjen, dan lainnya," tambahnya. 

Dody memastikan kasus itu sudah dilaporkan dan tengah ditangani biro hukum. Ia belum menjelaskan secara rinci dokumen apa yang diduga dipalsukan maupun pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan yang sama, Dody juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait keberadaan “deep state” atau jaringan tersembunyi di lingkungan birokrasi. Menurutnya, kondisi tersebut memang ada di Kementerian PU dan menjadi salah satu persoalan yang sedang dibenahi.

"Yang selama ini didengung-dengungkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, ada deep state di Kementerian PU, ya memang ada," bebernya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dody mengibaratkan keberadaan 'deep state' di Kementerian PU seperti rayap yang menggerogoti kayu dari dalam. Menurutnya, kerusakan akibat praktik tersebut bisa membuat birokrasi menjadi rapuh.

"Deep state itu kayak rayap-rayap," kata Dody. "Ada tentara yang kuat, ada polisi, ada intelijen yang berkualitas, dan jangan lupa yang paling akhir, birokrasi berintegritas, yang juga kuat. Jika salah satu dari pilar ini lemah, pasti negaranya ambrol," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Ia mengatakan langkah yang dilakukan untuk memberantas praktik tersebut adalah dengan melakukan perombakan pejabat di lingkungan kementerian, mulai dari eselon I hingga kepala balai.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |