Jumat, 22 Mei 2026 - 22:16 WIB
VIVA – Ratusan warga Greenland berkumpul di ibu kota Nuuk pada hari Kamis, 21 Mei 2026, untuk memprotes pembukaan konsulat AS di Greenland. Mereka menilai konsulat tersebut merupakan ambisi Donald Trump untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar atas pulau tersebut.
Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa meneriakkan kata-kata "Pulanglah, AS!" Para demonstran juga membawa spanduk bertuliskan "Kami tidak menginginkan uang Anda", sementara di pos diplomatik AS yang baru dibuka di Nuuk itu dihadiri para tamu menghadiri resepsi menandai pembukaan konsulat itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pemerintah kami telah memberi tahu Donald Trump dan pemerintahannya bahwa Greenland tidak untuk dijual," kata Aqqalukkuluk Fontain, yang mengorganisir protes tersebut.
Konsulat yang ditingkatkan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas AS untuk memperluas kehadirannya secara diplomatik dan strategis di Greenland, wilayah semi-otonom di dalam Kerajaan Denmark. Pembukaan itu dilakukan di tengah minat Presiden AS Donald Trump yang berkelanjutan terhadap pulau Arktik tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menolak hadir pada resepsi pembukaan konsulat tersebut.
Beberapa pejabat juga melewatkan acara tersebut karena hubungan Greenland dengan Washington tetap tegang. Para anggota parlemen Greenland juga secara terbuka menolak undangan ke acara konsulat itu dengan alasan "iklim politik" yang melibatkan negaranya.
Sebuah plakat diresmikan oleh Duta Besar AS untuk Denmark, Kenneth Howery, yang mengatakan bahwa ia menantikan kemitraan yang lebih dalam dengan Greenland.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Arktik jelas merupakan wilayah yang penting secara global," katanya. "Kita akan selalu menjadi tetangga dan bersama Anda dalam masa depan apa pun yang Anda pilih sebagai sekutu dan mitra."
Duta Besar AS itu menambahkan bahwa Amerika Serikat telah mengesampingkan penggunaan kekerasan dan menekankan masa depan Greenland harus diputuskan oleh rakyat Greenland sendiri.
Trump Kirim 5.000 Pasukan AS ke Polandia Usai Tarik Personil dari Jerman
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengerahan tambahan 5.000 pasukan AS ke Polandia, hanya beberapa hari sebelum Pentagon menghentikan pengerahan pasukan ke negara itu
VIVA.co.id
22 Mei 2026

4 hours ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


