Jakarta, VIVA – DJ Whisnu Santika membagikan pengalaman mencengangkan yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Tak dipungkiri, perubahan hidup seseorang terkadang datang dari pengalaman yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Bagi musisi elektronik sekaligus DJ ternama, Whisnu Santika, titik balik tersebut justru berawal dari sebuah mimpi yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Pengalaman itu disebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan mulai mendalami nilai-nilai spiritual.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengakuan tersebut disampaikan Whisnu Santika, ia menceritakan bagaimana sebuah mimpi bertemu Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
"Semua berawal dari gue mimpi ketemu Gus Dur. Itu sudah lama banget. Di mimpi itu gue disuruh ke masjid. Terus nggak lama gue berhenti minum alkohol," ujar Whisnu Santika, mengutip video YouTube HAS Creative, Kamis 2 Juli 2026.
Menurut Whisnu Santika, mimpi tersebut bukan sekadar bunga tidur. Ia mengaku sempat diliputi rasa penasaran mengapa sosok Gus Dur hadir dalam mimpinya. Keingintahuan itu kemudian membuatnya mulai mencari tahu lebih jauh mengenai perjalanan hidup, pemikiran, serta nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan oleh tokoh nasional tersebut.
Semakin banyak mempelajari sosok Gus Dur, Whisnu Santika mengaku semakin kagum terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang dipegang oleh mantan presiden tersebut. Baginya, sikap toleransi dan penghormatan terhadap sesama manusia menjadi pelajaran penting yang ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dari mimpi itu, gue coba mengenal Gus Dur, ternyata dia keren, setoleransi itu, dia benar-benar memanusiakan manusia. Nah, nilai-nilai itu coba gue terapkan di hidup gue dan sekeliling gue," jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perjalanan spiritual Whisnu Santika ternyata tidak berhenti setelah meninggalkan kebiasaan minum alkohol. Ia mengungkapkan bahwa dirinya kemudian bertemu seorang guru agama yang membimbingnya memahami makna kehidupan dari sudut pandang yang lebih mendalam.
Menurutnya, proses belajar tersebut tidak hanya berfokus pada pembahasan kitab secara tekstual, melainkan lebih banyak menggali hikmah di balik berbagai peristiwa yang dialami seseorang. Pendekatan itu membuatnya memperoleh sudut pandang baru dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Halaman Selanjutnya
"Terus ketemu guru agama dan gue mengkaji hidup. Jadi nggak bahas kitab, tapi lebih ke hikmahnya, misal kenapa hidup kamu lagi banyak masalah, kamu coba harus sedekah, begini, begini," katanya.

2 weeks ago
10











