Mobil Pak Tarno Digelapkan hingga Rugi Ratusan Juta, Istri Bongkar Fakta Mengejutkan!

2 weeks ago 13

Sabtu, 11 April 2026 - 08:32 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penggelapan kendaraan yang menimpa pesulap sekaligus figur publik, Pak Tarno, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan penyelesaian yang jelas, sementara kerugian yang dialami disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Fakta terbaru diungkap langsung oleh sang istri, Lisa, yang membeberkan kronologi dua kejadian berbeda yang dialami suaminya. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lisa menjelaskan bahwa insiden pertama melibatkan orang yang cukup dekat dengan keluarga mereka. Sosok tersebut diketahui memiliki peran sebagai sopir sekaligus bekerja dalam lingkup manajemen. Dalam keterangannya, Lisa menyebut adanya dugaan penipuan terkait pembelian mobil.

"Itu sopirnya, nah yang cewek itu manajernya, istrinya. Itu ditipu Rp 100 juta. Dikasih cash langsung tuh uangnya, tapi gak dibeliin (mobil), langsung dibawa pulang," ujar Lisa, saat ditemui di Warakas, Jakarta Utara, Kamis 9 April 2026.

Menurut Lisa, pelaku kerap memberikan janji tanpa realisasi ketika ditagih terkait kendaraan yang dijanjikan. Bahkan, meskipun sempat memberikan sejumlah uang sebagai pembayaran sebagian, pelaku akhirnya menghilang tanpa kejelasan.

"Tiap Pak Tarno tanya, 'Mana mobilnya?'. Bilangnya, 'Besok, besok, besok'. Sampai gak dibeliin. Sampai sekarang orangnya kabur, tapi sempat nongol ya, bayar, cuma sampai sekarang gak bayar lagi," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Lisa mengungkap bahwa kejadian serupa kembali terjadi pada 2024. Kali ini, kasus kembali melibatkan sosok sopir yang juga merangkap sebagai manajer. 

Dalam peristiwa kedua tersebut, kendaraan milik Pak Tarno diduga dibawa kabur dan kemudian digadaikan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Sopirnya, yang sebelumnya itu merangkap sopir sama manajer. Dilarikan (mobil), digadaiin," kata Lisa.

Lisa mengaku terkejut ketika mengetahui nilai gadai kendaraan yang tidak wajar. Ia menilai ada kejanggalan dalam proses tersebut, terutama terkait jumlah uang yang disebut-sebut meningkat secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cuma kalau Pak Tarno kan gak tahu apa-apa ya. Digadaiin pertama Rp 5 juta, tiba-tiba kok bisa Rp 35 juta? Itu dari mana coba?" ungkapnya.

Situasi semakin rumit ketika pihak leasing mulai melakukan penagihan secara intensif. Lisa menyebut telepon dari pihak tersebut datang berkali-kali dalam sehari, bahkan hingga puluhan kali, yang membuat tekanan semakin besar bagi keluarga.

Halaman Selanjutnya

"Tahu-tahunya leasing datang, telepon terus, sehari bisa 10 kali, kadang 5 kali. Kalau belum dijawab terus neken," jelas Lisa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |