Senin, 9 Maret 2026 - 08:30 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Putra dari mendiang pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei yakni Mojtaba Khamanei resmi terpllih menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru menggantikan sang ayah. Demikian seperti dilaporkan oleh media Iran, Minggu 8 Maret 2026.
Menyusul dengan terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, presiden Donald Trump angkat bicara. Donald Trump menegaskan bahwa dirinnya akan berupaya memengaruhi siapapun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran selanjutnya. Dia bahkan menyebut siapapun yang terpilih tanpa persetujuan AS maka jabatannya taka akan bertahan lama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan ini serupa juga pernah diungkap Trump beberapa waktu lalu kepada media ABC News.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami, Kalau dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump kepada ABC News, merujuk pada kemungkinan pemimpin tertinggi baru Iran, seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin 9 Maret 2026.
Trump juga menambahkan bahwa ia tidak ingin pemerintahan Amerika di masa depan harus kembali lagi menghadapi situasi serupa beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini tampaknya merujuk pada kemungkinan aksi militer di masa mendatang.
“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali lima tahun lagi dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Pejabat Iran, yang telah melancarkan serangan balasan di berbagai wilayah Timur Tengah, berulang kali menolak anggapan bahwa Washington dapat memengaruhi proses pemilihan pemimpin tertinggi mereka.
Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan pihak luar ikut campur dalam urusan dalam negeri.
“Kami tidak akan membiarkan siapa pun mencampuri urusan domestik kami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa rakyat Iranlah yang memilih Assembly of Experts, lembaga yang bertugas menentukan pemimpin tertinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Analisis Pakar Terkait Statement Donald Trump
Berbicara kepada Al Jazeera, analis dari Stimson Center di Washington DC, Barbara Slavin, menyinggung pernyataan Trump sebelumnya di media Amerika yang mengatakan bahwa ia tidak akan menerima Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya.
Halaman Selanjutnya
“Itu benar-benar seperti tamparan langsung bagi Donald Trump,” ujar Slavin.

2 days ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

