Mr Crack dan Mr Clean, 2 Penggawa Rupiah saat Krismon 1998

1 hour ago 1

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:35 WIB

Jakarta, VIVA - Nilai tukar Rupiah pada Rabu pagi, 20 Mei 2026, bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.743 dolar AS, jika dibandingkan pada penutupan sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.

Mata uang Rupiah mengalami perjalanan panjang dan penuh gejolak sejak krisis moneter atau krismon 1998, di mana saat itu Rupiah anjlok dari Rp2.400 ke Rp16.000 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Krisis yang dipicu pelepasan kurs tetap dan instabilitas politik itu memaksa Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga tajam dan melakukan intervensi pasar, meski efeknya terbatas.

Setelah melewati masa pemulihan pada 2000-an, BI mulai menerapkan kebijakan inflation targeting dan sistem floating exchange rate yang terkendali.

Namun, ada dua pengawal Rupiah saat krismon 1998. Mereka adalah BJ Habibie, yang dijuluki Mr Crack, dan Mar'ie Muhammad, bergelar Mr Clean.

Data VIVA menyebutkan bahwa BJ Habibie dan Mar'ie Muhammad adalah dua tokoh penting Indonesia yang dikenal karena profesionalisme, integritas, dan pengabdian luar biasa kepada negara. Keduanya kerap berinteraksi sebagai menteri di masa pemerintahan Orde Baru (Orba).

BJ Habibie (Presiden ke-3 RI, Bapak Teknologi, dan Mr Crack)

Presiden ke-3 RI BJ Habibie

Photo :

  • Dok. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/ama.

Ia adalah teknokrat dan ahli dirgantara yang menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) selama puluhan tahun, serta Presiden ke-3 Republik Indonesia.

Pak Habibie, kerap dirinya biasa disapa, dikenal secara internasional sebagai Mr Crack karena menemukan teori kerambatan retak (Crack Progression Theory) di dunia aviasi atau penerbangan.

Pada awal 1997, nilai tukar Rupiah masih stabil di sekitar Rp2.380 per dolar AS. Namun, dampak krisis keuangan Asia mulai mengguncang ekonomi Indonesia. Pada Januari 1998, Rupiah menembus angka Rp9.000, Rp10.000, dan Rp11.000 dalam satu hari.

Puncaknya terjadi setelah lengsernya Presiden Soeharto, lalu diganti olehnya pada 21 Mei 1998. Pada 16 Juni, Rupiah mencapai titik terlemahnya di Rp16.800 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden ke-3 Republik Indonesia tersebut diakui sejarah memiliki 'tangan dingin' yang berhasil menyelamatkan Indonesia dari lubang jarum krisis moneter kelam 28 tahun silam.

Saat itu, BJ Habibie memilih menyelamatkan ekonomi rakyat dibanding mempertahankan ambisi besar industri dirgantara nasional yakni Proyek N250 Gatot Kaca.

Halaman Selanjutnya

Mr Crack bukanlah seorang ekonom atau lulusan keuangan, melainkan seorang insinyur pembuat pesawat terbang. Namun, keterbatasan latar belakang itu justru menjadi senjata utamanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |