MTI: Usia Kapal Bukan Vonis Penyebab Kecelakaan KM Virgo Transport 8

5 hours ago 3

loading...

Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Rakhmatika Ardianto meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 disebabkan usia kapal. Foto: Ist

JAKARTA - Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Rakhmatika Ardianto meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kecelakaan KMP Virgo Transport 8 disebabkan usia kapal. Penentuan penyebab kecelakaan harus didasarkan pada pemeriksaan menyeluruh dan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang masih mengumpulkan data kejadian.

Dia menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada para korban serta keluarga terdampak. Menurut Rakhmatika, penanganan korban harus menjadi prioritas, sedangkan evaluasi keselamatan perlu dilakukan secara objektif agar menghasilkan perbaikan yang tepat.

Baca juga: Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 di 6 Sektor

“Jangan sampai istilah kapal tua menjadi jawaban instan setiap kali terjadi kecelakaan. Tahun pembuatan memang merupakan informasi penting, tetapi bukan kesimpulan penyebab. Kita harus memberi ruang kepada KNKT memeriksa fakta, bukan mendahuluinya dengan asumsi,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Dalam industri perkapalan tidak ada umur teknis, namun yang ada umur ekonomis kapal. Karena, komponen kapal bisa terus diperbarui.

“Kapal berbeda dengan manusia. Pelat, mesin, pipa, dan berbagai sistemnya dapat diperbaiki atau diganti. Walaupun usia kalendernya terus bertambah, tetapi kondisi teknis komponennya dapat dipulihkan melalui perawatan dan pembaruan," jelasnya.

Begitu pula dalam sistem klasifikasi, kondisi kapal juga diperiksa secara berkala, termasuk terhadap korosi, keretakan, deformasi, dan kelelahan struktur.

Temuan yang memerlukan perbaikan harus ditindaklanjuti sesuai persyaratan dan tenggat yang ditetapkan agar kapal tetap memenuhi ketentuan kelas. "Artinya, pembaruan komponen harus disertai pemeriksaan atas kondisi kapal secara keseluruhan," ucapnya.

Sementara itu, pertimbangan umur ekonomis berkaitan dengan biaya mempertahankan kapal dalam pelayanan. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan perbaikan, penggantian komponen, pembaruan peralatan, dan waktu tidak beroperasi dapat meningkat.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |