Muncul Petisi 'Cancel Sarwendah' hingga Belasan Ribu Orang Ikut Tanda Tangan, Ada Apa?

1 week ago 3

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:03 WIB

Jakarta, VIVA – Polemik yang melibatkan Sarwendah terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Setelah ramai dihujat di media sosial hingga akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, kini muncul sebuah petisi online yang menyerukan boikot terhadap mantan istri Ruben Onsu tersebut. 

Petisi itu dengan cepat menarik perhatian warganet dan dalam waktu singkat telah memperoleh lebih dari 12 ribu tanda tangan dari para pendukungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petisi tersebut dibuat melalui sebuah platform petisi online dengan judul "Cancel Sarwendah Dari Media Sosial". Hingga artikel ini ditulis, jumlah penandatangan telah menembus 12.154 orang. 

Bahkan, pada halaman petisi juga tercatat lebih dari 4.000 orang memberikan dukungan hanya dalam satu hari.

Petisi Diklaim Bentuk Dukungan bagi Kreator Konten

Pada bagian penjelasan, pembuat petisi menyebut gerakan tersebut berkaitan dengan laporan hukum yang dilakukan Sarwendah terhadap sejumlah penggiat media sosial. "Gerakan ini adalah bentuk dukung untuk perlindungan hukum bagi teman-teman penggiat media sosial terkait laporan Sarwendah," tulis petisi tersebut sebagaimana dikutip dari platform Change.org pada Jumat, 3 Juli 2026.

Mereka juga mengklaim bahwa tindakan hukum tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan kreator konten. "Saat ini, banyak penggiat media sosial yang merasa terancam karena tindakan yang diambil oleh Sarwendah dengan melaporkan berbagai konten mereka ke pihak berwajib," jelasnya. 

Masih dalam penjelasan petisi, pembuatnya menilai langkah hukum tersebut berpotensi memengaruhi kebebasan berekspresi di media sosial. "Mengambil langkah hukum terhadap penggiat media sosial yang bertujuan menyebarkan informasi dan berbagi pendapat justru melemahkan kebebasan berekspresi yang seharusnya dilindungi oleh hukum negara kita."

Mereka kemudian mengajak masyarakat untuk ikut memberikan dukungan melalui petisi tersebut. "Kami mengajak semua pihak yang mendukung kebebasan berpendapat dan hukum yang adil untuk menandatangani petisi ini."

Ramai Komentar Pendukung Petisi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain mengumpulkan tanda tangan, halaman petisi juga dipenuhi komentar dari sejumlah pendukung. Sebagian besar menyampaikan kritik terhadap sikap Sarwendah selama polemik berlangsung.

Beberapa komentar menilai Sarwendah sudah tidak layak dijadikan panutan di media sosial karena dianggap terlalu sering mengumbar persoalan rumah tangga ke ruang publik. Ada pula yang mengkritik cara Sarwendah berbicara mengenai mantan suaminya dan dampaknya terhadap anak-anak.

Halaman Selanjutnya

Tak sedikit pula komentar yang secara singkat menyatakan dukungan terhadap gerakan boikot tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |