Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa menyebut belum ada pembicaraan mendalam terkait wacana merger ataupun fusi dengan partai lain di internal Partai Nasdem.
Saan mengatakan fokus Partai Nasdem saat ini adalah melakukan konsolidasi dan membangun struktur partai, baik di tingkat nasional maupun daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2024
Photo :
- VIVA.co.id/Yeni Lestari
"Kita lagi mengintensifkan konsolidasi dan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat DPR (dewan pimpinan ranting). Itu fokus kita hari ini. Jadi, terkait dengan soal wacana fusi, itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam," kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Menurut dia, wacana fusi atau peleburan partai politik merupakan hal yang biasa saja.
Saan menambahkan peleburan partai politik pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1973.
"Kita dulu tahun 73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa," tuturnya.
Namun, untuk mewujudkan wacana itu, Saan mengatakan banyak hal yang harus didiskusikan dan direncanakan, termasuk di antaranya mempertimbangkan ideologi, identitas, dan eksistensi partai.
"Karena membangun atau mendirikan partai itu, para pendiri partai masing-masing, tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan, ideologi dalam konteks yang berbeda-beda," ujarnya.
Di sisi lain, Saan mengaku tidak tahu persis terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang disebut membahas wacana merger.
"Saya tidak tahu persis terkait dengan pertemuan itu, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan," ucap Saan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia, pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo bisa saja karena Nasdem merupakan bagian dari partai koalisi pemerintah. Dalam setiap langkah politik, Nasdem berupaya agar program prioritas pemerintah berjalan baik.
"Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan Nasdem terhadap pemerintah maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden," katanya. (Ant)
Kelakar Willy Aditya Nasdem Merger dengan Gerindra saat Rapat di DPR
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya melontarkan kelakar soal Partai NasDem bermerger dengan Partai Gerindra ketika rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
VIVA.co.id
13 April 2026

1 week ago
15



























