Jakarta, VIVA – Negara tetangga RI, Malaysia, tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang mulai berdampak pada rantai pasok energi internasional.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir menegaskan bahwa pertengahan tahun akan menjadi fase paling menentukan bagi ketahanan energi negara. “Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tersedia,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Star, Senin, 13 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menekankan bahwa bukan hanya bahan bakar, tetapi ketersediaan bahan baku industri yang berasal dari minyak dan gas juga harus dijaga. “Sama pentingnya agar industri memiliki pasokan bahan baku yang cukup, termasuk yang berasal dari minyak dan gas.”
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pemerintah terhadap potensi tekanan global pada sektor energi, yang dipicu oleh konflik di kawasan penghasil minyak utama dunia.
Sebelumnya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah memperingatkan bahwa Malaysia bisa menghadapi ketidakpastian pasokan bahan bakar mulai Juni, yang menandakan meningkatnya risiko pada sektor energi nasional.
Meski demikian, pemerintah menyebut bahwa kondisi pasokan untuk April dan Mei masih berada dalam keadaan stabil. Namun, tantangan utama diperkirakan akan mulai muncul setelah periode tersebut.
Pemerintah kini mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi risiko, termasuk diversifikasi sumber pasokan energi dan penguatan hubungan dagang dengan berbagai mitra internasional guna menjaga kestabilan pasokan.
Di sisi lain, Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Fuziah Salleh menyampaikan bahwa gangguan sementara di beberapa stasiun pengisian bahan bakar terjadi akibat meningkatnya permintaan di sejumlah wilayah. Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih terkendali.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena stok nasional masih mencukupi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya ingin menegaskan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi.”
Sementara itu, kantor berita nasional Bernama melaporkan bahwa pengiriman 329.000 barel diesel ke Filipina yang sempat diberitakan media setempat ternyata bukan berasal dari Malaysia. Hal ini sekaligus membantah spekulasi mengenai keterlibatan pasokan energi Malaysia dalam pengiriman tersebut.
Halaman Selanjutnya
Perusahaan energi negara Petronas juga memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan pasokan diesel dengan pihak mana pun di Filipina. Perusahaan tersebut menegaskan fokus utamanya tetap pada pemenuhan kebutuhan energi domestik.

1 week ago
6



























