Negosiasi Buntu, Iran Kokoh Pertahankan Selat Hormuz hingga Tuntutan Kompensasi

2 weeks ago 11

Minggu, 12 April 2026 - 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref menegaskan, Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-haknya “mulai dari Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi", usai menggelar perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan pada Sabtu, 11 April 2026.

Aref menyoroti persatuan nasional, dengan merujuk pada apa yang dia sebut sebagai meningkatnya kohesi dalam masyarakat, serta menyatakan bahwa pemerintah memandang persatuan tersebut sebagai landasan untuk memajukan kepentingan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” kata Aref, Minggu, 12 April 2026.

Delegasi perunding Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

Dia menambahkan, Iran tetap berkomitmen untuk melindungi hak-haknya, sambil melanjutkan upaya di jalur diplomatik dan nasional. Delegasi Iran dan AS mengakhiri putaran terbaru perundingan di Islamabad, tanpa mencapai kesepakatan.

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun jalannya perundingan belum menghasilkan adanya terobosan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan, seraya memberi sinyal bahwa upaya diplomatik lanjutan masih diperlukan.

Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri penyerbuan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, di bawah gencatan senjata dua pekan yang rapuh dan dimediasi pada awal pekan ini. (Ant).

Ledakan terjadi di kilang minyak Iran di Pulau Lavan

Iran Targetkan Kapasitas Kilang Minyak Bumi Pulih hingga 80 Persen dalam Dua Bulan

Pemerintah Iran menargetkan untuk memulihkan 70 hingga 80 persen kapasitas fasilitas pengolahan dan distribusi minyak yang rusak, dalam kurun waktu satu hingga dua bulan.

img_title

VIVA.co.id

12 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |