Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz

2 hours ago 1

loading...

Iran secara resmi merilis ultimatum keras dengan memperingatkan seluruh kapal supertanker minyak internasional yang melintasi Selat Hormuz wajib mematuhi rute navigasi yang ditentukan Teheran. Foto/Dok

JAKARTA - Ketegangan di jalur urat nadi energi dunia kembali membara ke tingkat yang mengkhawatirkan. Komando militer gabungan Iran secara resmi merilis ultimatum keras dengan memperingatkan seluruh kapal supertanker minyak internasional yang melintasi Selat Hormuz wajib mematuhi rute navigasi yang ditentukan Teheran.

Jika ada kapal tanker yang nekat melanggar protokol atau melenceng dari jalur, militer Iran memastikan kapal tersebut akan menghadapi "respons militer yang cepat dan menghancurkan."

Baca Juga: Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa

Gertakan dari Komando Militer Khatam al-Anbiya yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Iran ini seketika mengerem optimisme pasar global, tepat di saat harga minyak dunia baru saja mendingin pasca-kesepakatan damai sementara Amerika Serikat atau AS-Iran.

Pemicu Amarah Teheran

Eskalasi mendadak ini dipicu oleh perang urat syaraf yang terjadi di balik layar antara Washington dan Teheran. Iran meradang setelah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengadakan pertemuan darurat di Bahrain bersama negara-negara Arab dan mengeluarkan komitmen bersama untuk "menjaga kebebasan arus perdagangan di Selat Hormuz."

Frasa tersebut dinilai Iran sebagai bentuk provokasi siber dan militer asing di halaman rumah mereka. Kondisi psikologis Teheran sendiri saat ini tengah berada dalam tensi tinggi menjelang upacara pemakaman akbar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas di awal perang pada Februari lalu.

"Setiap kegagalan untuk mematuhi, penyimpangan rute, atau pengabaian terhadap protokol navigasi Republik Islam Iran di Selat Hormuz akan dihadapi dengan respons langsung dan keras dari angkatan bersenjata," tulis pernyataan resmi militer Iran.

Baca Juga: Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%

Teheran juga menuntut AS untuk segera menarik mundur jet-jet tempur mereka yang masih berpatroli di atas selat. Iran menegaskan bahwa setiap upaya intervensi oleh Amerika Serikat akan dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional mereka.

Dilema Pajak Selat Hormuz: Aturan Main Puluhan Tahun Dirombak Total

Para pelaku pasar finansial dunia kini dicekam ketakutan akan terjadinya sabotase jilid dua. Berdasarkan perjanjian transisi berdurasi 60 hari, AS dan Iran sebenarnya sepakat mengizinkan kapal melintas gratis tanpa biaya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |