Kamis, 21 Mei 2026 - 10:00 WIB
VIVA –Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir pada Rabu 20 Mei kemarin merilis sejumlah video yang memperlihatkan sekitar 430 aktivis yang membawa bantuan kemanusiaan Gaza. Dalam salah satu video, para aktivis terlihat dengan tangan terikat di belakang tubuh terlihat berlutut dengan kepala menyentuh lantai di area yang diduga sebagai lokasi penahanan sementara dan di dek kapal.
“Selamat datang di Israel, kami pemilik wilayah ini,” kata Ben-Gvir sambil mengibarkan bendera besar Israel dikutip dari laman the sydeny morning herald, Kamis 21 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seorang aktivis yang diborgol kemudian berteriak “Free Palestine” saat Ben-Gvir melintas, sebelum langsung didorong jatuh ke tanah oleh petugas keamanan.
“Para aktivis datang ke sini dengan penuh kebanggaan seperti pahlawan besar. Lihat mereka sekarang,” kata dia.
Dalam salah satu video, Ben-Gvir juga terdengar berkata kepada Netanyahu untuk memberinya izin untuk memenjarakan mereka.
“Saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, serahkan mereka kepada saya untuk waktu yang sangat lama, masukkan mereka ke penjara teroris,” kata dia.
Video yang diunggah di akun X Ben-Gvir itu langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Bahkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengkritik keras tindakannya.
Netanyahu mengatakan bahwa meski Israel memiliki hak untuk menghentikan armada provokatif pendukung teroris Hamas, cara Ben-Gvir memperlakukan para aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.
Netanyahu mengatakan dirinya telah menginstruksikan agar para aktivis segera dideportasi secepat mungkin.
Tindakan Ben-Gvir juga memancing kemarahan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Lewat platform X, Saar secara terbuka menegur rekannya sesama menteri itu.
“Anda dengan sadar telah merugikan negara kita lewat tontonan memalukan ini. Tidak, Anda bukan wajah Israel,” kata dia.
Ben-Gvir kemudian membalas Saar di parlemen Israel dengan menuduhnya tunduk kepada teroris. Ia juga mengatakan bahwa jika Israel meminta maaf kepada para aktivis, hal itu akan dianggap sebagai tanda kelemahan, kepatuhan, dan penyerahan diri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kritik Keras dari Berbagai Pihak
Kelompok advokasi hukum berbasis di Israel, Legal Centre for Arab Minority Rights in Israel atau Adalah, menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa pelecehan dan penghinaan terhadap para aktivis.
Halaman Selanjutnya
Dalam pernyataannya, Adalah menyebut perlakuan tersebut mirip dengan tindakan buruk yang dilakukan otoritas Israel terhadap aktivis pada misi armada bantuan sebelumnya, yang menurut mereka tidak pernah mendapat pertanggungjawaban.

3 weeks ago
12














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)