VIVA – Perjalanan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Die Mannschaft harus angkat koper setelah kalah dramatis dari Paraguay lewat adu penalti pada babak 32 besar usai bermain imbang 1-1 hingga extra time.
Namun, yang paling menyita perhatian bukan hanya hasil pertandingan, melainkan kemarahan pelatih Julian Nagelsmann terhadap keputusan VAR yang menganulir gol Jonathan Tah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nagelsmann menilai keputusan wasit membatalkan gol tersebut sebagai sebuah skandal yang merugikan Jerman.
Momen kontroversial terjadi pada babak tambahan waktu ketika Jonathan Tah berhasil menjebol gawang Paraguay melalui situasi sepak pojok. Namun, setelah meninjau VAR, wasit membatalkan gol karena menganggap Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.
Keputusan itu langsung memancing reaksi keras Nagelsmann.
"Kami memang membangun serangan terlalu lambat. Pada akhirnya kami mengandalkan bola-bola ke kotak penalti dan memiliki banyak pemain bertubuh tinggi di sana."
"Lalu kami mencetak gol dari situasi itu, tetapi gol tersebut dianulir. Itu sebuah skandal. Saya benar-benar tidak tahu apa yang dilihat wasit. Ini lelucon," kata Nagelsmann.
Meski kecewa, pelatih berusia 39 tahun itu mengakui Jerman tetap harus bertanggung jawab atas penampilannya sendiri.
"Kami tetap seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan sebelum momen itu terjadi. Kami gagal melakukannya," ujarnya.
Saat wawancara pascalaga berlangsung, stasiun televisi Jerman kemudian memperlihatkan tayangan ulang insiden tersebut kepada Nagelsmann.
Melihat replay itu, emosinya justru semakin memuncak.
"Saya baru melihatnya lagi sekarang. Ini bukan hanya skandal, tetapi skandal yang luar biasa. Itu sama sekali bukan pelanggaran," tegasnya.
Suasana wawancara kemudian berubah tegang. Seorang reporter terus menanyakan penyebab anjloknya performa Jerman setelah sebelumnya membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao.
Nagelsmann yang sudah kesal akhirnya kehilangan kesabaran.
"Ya, saya sudah bilang tadi. Permainan kami terlalu lambat."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya baru saja mengatakannya. Permainan kami terlalu lambat. Saya sudah mengulanginya tiga kali," balas Nagelsmann dengan nada tinggi.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu favorit juara.
Halaman Selanjutnya
Kini, Nagelsmann dan skuad Die Mannschaft harus melakukan evaluasi besar-besaran setelah gagal melewati babak 32 besar, sementara kontroversi VAR dipastikan masih akan menjadi perdebatan panjang di dunia sepak bola.

2 weeks ago
3











