Ngeri! 32 Juta Orang Bisa Jatuh ke Jurang Kemiskinan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

1 week ago 14

Senin, 13 April 2026 - 18:15 WIB

Jakarta, VIVA – Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui laporan terbarunya memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari perang Iran berpotensi mendorong jutaan orang ke jurang kemiskinan, terutama di negara berkembang.

Situasi ini diperburuk oleh lonjakan harga energi dan pangan, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi tersebut menciptakan tekanan besar bagi negara-negara dengan ketahanan ekonomi yang lebih lemah, sehingga risiko kemiskinan semakin meningkat secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan yang dirilis di tengah ketidakpastian gencatan senjata, Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebut dunia tengah menghadapi “triple shock” atau tiga guncangan sekaligus, yaitu krisis energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia diperkirakan bisa jatuh ke dalam kemiskinan akibat dampak ekonomi dari konflik ini. Negara berkembang menjadi pihak yang paling rentan terkena dampak.

Administrator UNDP, Alexander De Croo, menegaskan bahwa konflik ini memberikan dampak besar terhadap upaya pembangunan global. “Konflik seperti ini adalah pembangunan yang berjalan mundur. Bahkan jika perang berhenti, dan gencatan senjata tentu sangat sangat disambut baik. Namun dampaknya sudah terjadi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin, 13 April 2026.

“Anda akan melihat dampak yang bertahan lama, terutama di negara-negara yang lebih miskin, di mana Anda mendorong orang kembali ke dalam kemiskinan. Itu adalah elemen yang paling menyedihkan. Orang-orang yang didorong ke dalam kemiskinan sering kali adalah mereka yang sebelumnya pernah miskin, berhasil keluar, dan kini didorong kembali,” ungkapnya. 

Lonjakan harga energi menjadi salah satu pemicu utama krisis ini. Dalam enam minggu sejak serangan udara pertama oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, harga energi melonjak tajam. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran juga menghambat pasokan minyak dan gas global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak lanjutan dari kondisi tersebut turut memengaruhi pasokan pupuk dan distribusi logistik global. Para ahli bahkan memperingatkan adanya 'bom waktu ketahanan pangan' yang mengancam negara-negara berkembang.

Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) juga menyebut bahwa dampak konflik ini telah meninggalkan bekas luka permanen pada ekonomi global, bahkan jika perdamaian jangka panjang tercapai.

Halaman Selanjutnya

UNDP menilai diperlukan respons global untuk membantu negara-negara yang paling terdampak. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemberian bantuan tunai sementara yang terarah bagi kelompok rentan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |