Nilai Tukar Petani di Juni 2026 Anjlok Meski Harga Beras Naik, BPS Ungkap Datanya

2 weeks ago 15

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:40 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juni 2026 tercatat sebesar 127,65 atau turun tipis 0,06 persen dibanding Mei 2026.

Ateng menjelaskan, hal ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,49 persen, atau lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,55 persen.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"BPS turut mencatat kenaikan rata-rata harga beras di setiap tingkatan pada bulan Juni 2026," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1 Juli 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Photo :

  • [tangkapan layar]

"Dimana lada tingkat penggilingan, terjadi kenaikan sebesar 0,97 persen (m-to-m), sementara tingkat grosir naik 0,82 persen dan eceran naik 0,45 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Ateng juga melaporkan bahwa telah terjadi inflasi secara bulanan mencapai sebesar 0,44 persen month-to-month (mtm), pada bulan Juni 2026. Sementara secara tahun kalender, inflasi tercatat mencapai 1,79 persen year-to-date (ytd), dan inflasi tahunan mencapai 3,34 persen secara year-on-year (yoy).

"Pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan atau month-to-month, dan terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,40 pada Mei 2026, meningkat menjadi 111,89 pada Juni 2026," kata Ateng.

Dia menjabarkan, penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok pengeluaran transportasi, yang mengalami inflasi sebesar 2,29 persen dan berkontribusi hingga 0,28 persen terhadap inflasi secara umum.

Sementara di kelompok transportasi itu sendiri, kenaikan harga bensin khususnya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin, tercatat menjadi penyumbang utama inflasi di kelompok tersebut.

Kemudian pada tarif angkutan udara yang juga tercatat meningkat, Ateng mengatakan bahwa hal itu terjadi seiring dengan lonjakan permintaan masyarakat selama periode libur sekolah pada Juni 2026.

Dia juga merinci, komoditas yang dominan mendorong inflasi di kelompok transportasi adalah bensin yang berkontribusi sebesar 0,21 persen, diikuti oleh tarif angkutan udara yang berkontribusi sebesar 0,05 persen, dan pelumas atau oli mesin dengan andil sebesar 0,01 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjut Ateng, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi 0,20 persen, dan berkontribusi sebesar 0,06 persen bagi inflasi umum pada Juni 2026.

"Komoditas pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil inflasi, utamanya yakni bawang merah dengan andil 0,04 persen, bawang putih dengan andil inflasi 0,03 persen, dan beras yang juga memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," ujarnya.

Kapal pengangkut peti kemas di Terminal Peti kemas Bitung, Sulawei Utara

Bahan Baku dan Penolong Dongkrak Impor RI hingga US$24,81 Miliar di Mei 2026, Simak Rinciannya

BPS melaporkan, impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai sebesar US$24,81 miliar, naik 22,16 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

img_title

VIVA.co.id

1 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |