Novo Nordisk Hadirkan Platform Edukasi Obesitas bagi Perempuan

9 hours ago 2

loading...

Novo Nordisk Indonesia meluncurkan platform edukasi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obesitas. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Novo Nordisk Indonesia meluncurkan platform edukasi digital NovoCare.id untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obesitas sebagai penyakit metabolik kronis, khususnya pada perempuan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi berbasis sains sekaligus mendorong penanganan obesitas yang lebih komprehensif bersama tenaga kesehatan.

"Obesitas bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Bahkan pada perempuan, obesitas bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tetapi juga berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi, mulai dari gangguan siklus menstruasi dan ovulasi hingga meningkatnya risiko infertilitas serta komplikasi kehamilan. Karena itu, obesitas perlu dipandang sebagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif sesuai evaluasi dokter," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Cynthia Agnes Susanto seperti dikutip pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan

Peluncuran platform tersebut dilakukan bertepatan dengan diskusi media bertajuk The Missing Conversation: Weight and Women's Health yang membahas dampak obesitas terhadap kesehatan perempuan. Dalam diskusi itu diungkapkan bahwa sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas, sementara prevalensinya pada perempuan mencapai 36,4%, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 24,4%.

Cynthia menjelaskan obesitas tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan kesehatan reproduksi. Salah satunya adalah Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Sekitar 35-50% perempuan dengan PMOS juga mengalami obesitas yang dapat memperburuk gejala serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi dan metabolik.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |