VIVA – Pembalap MotoGP, Danilo Petrucci, angkat bicara soal keselamatan di lintasan setelah kecelakaan serius yang dialami Johann Zarco di MotoGP Barcelona.
Zarco mengalami insiden mengerikan saat restart balapan MotoGP Barcelona pada Mei lalu. Kecelakaan tersebut membuat pembalap asal Prancis itu mengalami cedera serius pada lutut kirinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Petrucci menilai ada persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama meningkatnya kecepatan motor MotoGP.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengereman menuju tikungan pertama semakin sulit. Situasinya menjadi lebih berbahaya ketika para pembalap datang secara beriringan dengan jarak yang sangat rapat.
Petrucci menjelaskan, pembalap yang terlambat melakukan pengereman hampir tidak memiliki banyak pilihan untuk menghindari kecelakaan.
"Jika Anda mengerem lebih keras dengan motor-motor ini, deselerasinya tidak bertambah. Begitu roda belakang kehilangan kontak dengan aspal, pengereman tidak akan menjadi lebih baik," ujar Petrucci.
"Jika Anda sedikit terlambat, Anda sudah kehilangan kesempatan. Anda harus menemukan cara untuk menghindari pembalap lain."
Petrucci Punya Solusi Sederhana
Petrucci kemudian mengajukan solusi yang menurutnya cukup sederhana, khususnya untuk Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Ia mengusulkan agar posisi grid start dimajukan lebih dekat ke tikungan pertama, sementara garis finis tetap berada di lokasi semula.
Dengan cara tersebut, jarak dari garis start menuju tikungan pertama menjadi lebih pendek. Motor pun dinilai tidak memiliki cukup ruang untuk mencapai kecepatan maksimal sebelum memasuki tikungan.
"Grid start, tetapi bukan garis finis, bisa dipindahkan sedikit lebih ke depan. Bagi saya, itu solusi yang bagus jika grid start lebih dekat dengan tikungan pertama," kata Petrucci.
Persoalan di Barcelona memang cukup serius. Pembalap MotoGP bisa melaju mendekati 300 km/jam sebelum memasuki tikungan pertama.
Kondisi tersebut diperparah dengan karakter tikungan yang hanya memiliki satu jalur ideal. Ketika seorang pembalap melakukan kesalahan pengereman, ruang untuk melakukan manuver penghindaran menjadi sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Di Barcelona, Anda melaju hampir 300 km/jam saat mendekati tikungan pertama. Tata letak sirkuit sangat menentukan," ujar Petrucci.
Ia kemudian membandingkan Barcelona dengan Mugello. Meski pembalap juga menghadapi kecepatan tinggi saat menuju tikungan pertama, karakter lintasan Mugello yang lebih lebar memberikan lebih banyak pilihan jalur.
Halaman Selanjutnya
Petrucci Soroti Ride-Height Device

3 hours ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

