Panen Hujatan Publik, Ronald Koeman Pasang Badan soal Taktik Belanda usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

2 weeks ago 14

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:49 WIB

VIVA – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, memberi penjelasan soal permainan melawan Maroko. Permainan De Oranje yang bertahan di sepanjang laga berujung kepada hasil pahit lewat adu penalti.

Belanda mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia 2026 pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Mereka kandas di Estadio BBVA, Monterrey di tangan Maroko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Duel berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Gol Cody Gakpo di menit ke-72 disamakan oleh Issa Diop melalui tandukan di masa injury time.

Skor tersebut tetap tak berubah setelah 120 menit jadi duel harus diteruskan melalui adu penalti. Belanda sempat unggul akibat kegagalan Neil El Aynaoui, namun Justin Kluivert kemudian gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor.

Dua penendang Belanda lainnya kemudian gagal, yaitu Quinten Timber dan Crysencio Summerville. Meski Achraf Hakimi sempat gagal, gol Ismael Saibari memastikan kemenangan 3-2 untuk Maroko dalam sesi tos-tosan.

Timnas Belanda ramai hujatan akibat kekalahan ini. Bahkan, legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, turut mengkritisi Koeman karena bermain bertahan di sepanjang laga.

Sebagai informasi, De Oranje hanya memegang bola sebanyak 30 persen. Penampilan itu, menurut Ibrahimovic, telah menghilangkan identitas permainan Belanda.

“Saya kira kekalahan ini adalah kesalahan Koeman. Anda tidak mengenali tim nasional Belanda,” kata Ibrahimovic kepada FOX Sports, dilansir media Belanda, NU.nl.

“Itu terasa seperti krisis identitas. Ini tidak cocok dengan sepak bola Belanda, dan itu membuat saya marah,” katanya. “Kalahlah dengan identitas. Itulah jati diri Anda,” tambahnya.

Dimensi permainan Belanda memang negatif dengan menumpuk lima bek dalam skema 5-3-2. Namun, Koeman bersikeras bahwa dirinya tidak menyesal dengan permainan ini.

Timnas Belanda

Photo :

  • REUTERS/Eloisa Sanchez

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika saya harus mengulanginya, saya akan melakukan hal yang sama. Sebelumnya kami bermain dengan lima pemain bertahan, hanya saja kali ini saya memilih pemain bertahan kelima yang sesungguhnya," kata Koeman dalam konferensi pers, dikuti NU.nl. 

Koeman menegaskan bahwa Belanda tidak takut kepada Maroko. Dia hanya merasa bahwa itu adalah skema yang tepat untuk diterapkan untuk laga ini.

Halaman Selanjutnya

"Ini bukan soal takut; mengapa takut? Kami memiliki tiga penyerang, sama sekali bukan karena takut. Kami tidak melakukan ini karena takut, tetapi karena Anda menganalisis lawan. Kita bisa membicarakan ini sampai besok malam, tetapi saya melihatnya berbeda,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |