Senin, 13 April 2026 - 16:40 WIB
VIVA –Panglima tertinggi Korps Garda Revolui Islam Iran (IRGC) menyampaikan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat setelah perundingan antara kedua negara tersebut pada akhir pekan kemarin. Seperti diketahui setelah 21 jam negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Menanggapi kegagalan itu, Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya akan mundur dari kawasan Asia Barat tanpa meraih hasil apa pun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Front Perlawanan yang bersatu memiliki kehadiran kuat dan efektif di seluruh kawasan, serta siap menanti musuh-musuh kemanusiaan,” ujar Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani seperti dikutip dari laman presstv.ir, Senin 13 April 2026.
Qaani juga menekankan AS dan Israel harus mengingat bagaimana kedua negara itu melarikan diri dari Yaman, Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah.
”Mereka akan meninggalkan wilayah ini tanpa prestasi apapun,” tegas dia.
Seperti informasi, Amerika dan Israel diketahui melakukan serangan gabungan ke Iran pada tanggal 28 Februari lalu. Serangan tersebut diketahui menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer Iran berpangkat tinggi meninggal dunia
Serangan tersebut mencakup serangkaian serangan intensif terhadap instalasi militer dan fasilitas sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangkaian operasi rudal dan drone balasan terhadap kepentingan AS di seluruh Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.
Sementara itu pada Rabu pekan lalu, AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata itu kemudian dilanjutkan dengan agenda perundingan yang dilaksanakan di Islamabad pada akhir pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meskipun telah berlangsung sekitar 21 jam negosiasi terus-menerus dan upaya diplomatik yang intensif, tuntutan berlebihan dari pihak Amerika mencegah tercapainya kesepakatan dengan para negosiator Iran selama negosiasi berlangsung. Delegasi Iran menyampaikan berbagai inisiatif selama pembicaraan, tetapi Amerika menghambat kemajuan dalam pembicaraan tersebut.
Laporan menunjukkan bahwa berbagai isu, termasuk Selat Hormuz dan hak nuklir, termasuk di antara poin-poin perselisihan. Belum ada rencana yang diumumkan mengenai waktu, lokasi, atau putaran negosiasi selanjutnya.
BI Beberkan Dampak Tidak Langsung Perang AS-Iran ke Pasar Keuangan Global
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan, dampak tidak langsung yang sangat besar disebabkan keterlibatan AS sebagai pusat keuangan global.
VIVA.co.id
13 April 2026

1 week ago
8



























