Pasien Tergigit Ular Sembuh, Begini Penanganan dr Icha Sebelum Mendapat Intimidasi

4 hours ago 1

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:37 WIB

VIVA – Keluarga merasakan duka yang mendalam setelah dokter muda dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha tewas bunuh diri akibat mengalami depresi berat.

Diduga dr Icha mengalami depresi berat setelah akibat mendapatkan intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga oknum anggota DPRD TTU mengaku sebagai keluarga pasien terpatuk ular ditangani oleh dr Icha.

Saat menangani pasien di ruang IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu, diduga dr Icha mendapatkan intimidasi dari ketiga oknum tersebut.

Paman dr Icha, Viktor Manbait menjelaskan penanganan yang diberikan dr Icha kepada pasien yang terpatuk ular malam itu.

Pada Minggu, 14 Juni 2026 bertugas di IGD RS Leona, jam 17.00 WITA terdapat pasien pindahan dari RSUD Timor Tengah Utara (TTU) dengan kondisi pasien dipatuk ular.

Pasien sudah dipatuk ular sejak Sabtu, 13 Juni 2026 malam hari, namun baru dibawa ke RSUD Kefamenanu jam 12.30 WITA.

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha

Photo :

  • Instagram Kemenkes

Dokter IGD RSUD Kefamenanu sudah melakukan tindakan medis dan dipastikan efek dari patukan ular itu pada fase lokal, artinya tidak terdapat bisa ular yang menyebar.

Untuk itu, pihak rumah sakit melakukan observasi dengan sejumlah pengobatan. Karena tidak ada dokter bedah, sehingga penanganan dokter bedah dilakukan di RS Leona.

Dokter jaga di RSUD Kefamenanu telah berkoordinasi dengan ibu pasien dan dr Icha mengenai kondisi pasien. Ia menyarankan tidak perlu diberikan serum vaksin anti bisa.

“Dokter Icha sebelum melakukan tindakan, dia sudah berkoordinasi dengan dokter jaga IGD RSUD,” ungkap Viktor Manbait pada program Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selain itu, dokter Icha juga berkoordinasi dengan ahli bisa yang berada di Jakarta dengan kondisi pasien saat itu dan tindakan apa yang harus dilakukan. Dari konsultasi itu menyatakan bahwa memang itu fase lokal, sehingga diperlukan observasi dan tindakan-tindakan standar atas fase itu,” sambungnya menjelaskan.

Tindakan yang sudah dilakukan dr Icha yaitu dengan memasang infus, diberi obat pereda nyeri, dan di gips pada kaki yang terkena gigitan ular agar bisa tidak menyebar saat pasien bergerak.

Halaman Selanjutnya

Intimidasi dari Oknum Anggota DPRD TTU

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |