Pedal Padel Buka Suara soal Dugaan Penyekapan Karyawan yang Dituduh Curi Raket, Tegaskan Tak Pernah Memerintahkan

2 weeks ago 14

Senin, 29 Juni 2026 - 10:05 WIB

Jakarta, VIVA – Manajemen Pedal Padel akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan penyekapan terhadap seorang karyawan yang dituduh mencuri raket di salah satu fasilitas olahraga padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus menegaskan bahwa tindakan yang diduga dilakukan sejumlah karyawan itu tidak pernah diketahui maupun diperintahkan oleh pihak manajemen.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Pedal Padel yang dikutip pada Senin, 29 Juni 2026. Manajemen menyebut insiden yang kini tengah diproses secara hukum itu menjadi perhatian serius perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pedal Padel Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang diduga melibatkan beberapa karyawan Pedal Padel yang saat ini sedang dalam proses hukum," demikian pernyataan resmi manajemen.

Manajemen Bantah Mengetahui Dugaan Penyekapan

Dalam klarifikasinya, Pedal Padel menegaskan dugaan penyekapan terhadap seorang karyawan sama sekali tidak diketahui, tidak diperintahkan, maupun tidak mendapatkan persetujuan dari pemilik ataupun jajaran manajemen perusahaan.

Menurut manajemen, tindakan yang diduga dilakukan oleh sejumlah karyawan tersebut merupakan perbuatan di luar sepengetahuan perusahaan dalam kapasitas apa pun.

"Tindakan yang diduga dilakukan oleh beberapa karyawan tersebut sama sekali tidak diketahui, tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pemilik maupun manajemen Pedal Padel dalam kapasitas apa pun," tulis manajemen.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons resmi perusahaan atas kasus yang belakangan menjadi perhatian publik setelah seorang karyawan berinisial AL diduga mengalami penyekapan selama dua hari usai dituduh mencuri raket milik perusahaan.

Pemeriksaan Internal Sudah Dilakukan

Manajemen menjelaskan bahwa sebelumnya perusahaan memang melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan aset perusahaan. Hasil dari proses tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa pemeriksaan internal tersebut tidak dapat dijadikan alasan ataupun pembenaran atas tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Proses tersebut sama sekali tidak dapat dijadikan alasan ataupun pembenaran bagi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun," tegas manajemen.

Dengan pernyataan tersebut, Pedal Padel menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui tindakan yang melanggar hukum ataupun hak asasi manusia.

Halaman Selanjutnya

Dukung Penuh Proses Hukum

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |