Pelatih Austria Bongkar Cara Hentikan Lamine Yamal, Spanyol Dapat Ancaman Serius di Piala Dunia 2026

1 week ago 4

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:41 WIB

VIVA – Austria bersiap menghadapi tantangan besar saat bertemu Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel yang akan berlangsung pada Jumat (2/7/2026) itu diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif sejak fase grup.

Jelang pertandingan krusial tersebut, pelatih Austria Ralf Rangnick menegaskan bahwa salah satu fokus utama timnya adalah membatasi pergerakan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Winger berusia 18 tahun itu dinilai sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam beberapa momen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yamal memang belum tampil penuh sepanjang Piala Dunia 2026. Setelah sempat mengalami cedera hamstring pada April lalu, tim pelatih Spanyol memilih mengelola menit bermainnya secara hati-hati agar kondisinya tetap prima hingga fase gugur.

Meski hanya tampil selama 141 menit di babak penyisihan grup, pemain Barcelona tersebut tetap mampu menunjukkan kualitasnya. Ia sudah menyumbang satu gol dan beberapa kali menjadi motor serangan La Furia Roja.

Rangnick mengakui Yamal merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola dunia saat ini. Menurutnya, hampir semua pencinta sepak bola menikmati aksi pemain muda tersebut setiap kali berada di lapangan.

"Lamine Yamal adalah pemain yang luar biasa, dan dia akan tetap menjadi pemain yang luar biasa selama 12, 13, atau 14 tahun ke depan, bahkan mungkin lebih lama lagi," kata Rangnick kepada wartawan dikutip dari Reuters.

"Jika dia tetap sehat dan berpikiran jernih, dia bisa memainkan banyak pertandingan," lanjutnya.

Meski memberikan pujian tinggi, mantan pelatih Manchester United itu menegaskan Austria tidak akan memberikan ruang bagi Yamal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Strategi meredam kreativitas sang winger menjadi salah satu kunci yang telah disiapkan tim pelatih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia adalah salah satu pemain yang akan kami awasi dengan sangat cermat besok, agar dia tidak diberi banyak ruang atau terlalu banyak kesempatan untuk memulai aksi dribbling-nya," katanya.

"Dia adalah pemain yang disukai oleh semua penggemar sepak bola, dari mana pun mereka berasal. Tetapi tugas kita besok adalah membiarkan dia menguasai bola sesedikit mungkin," sambungnya.

Halaman Selanjutnya

Austria datang ke babak gugur dengan modal yang cukup meyakinkan. Mereka berhasil mencetak enam gol sepanjang fase grup, bahkan lebih produktif dibandingkan Spanyol yang mengoleksi lima gol.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |