Pemerintah Yakin Pertumbuhan Kredit Tetap Tumbuh Dua Digit hingga Akhir 2026, Ini Alasannya

2 weeks ago 16

Senin, 29 Juni 2026 - 17:26 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah optimistis pertumbuhan kredit perbankan nasional masih akan bertahan pada level dua digit hingga akhir 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada tingginya permintaan pembiayaan dari dunia usaha yang hingga kini masih terus berlangsung.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan pemerintah akan terus menjaga likuiditas sektor perbankan agar penyaluran kredit kepada masyarakat maupun pelaku usaha tidak terganggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan yang masih tinggi menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional sehingga bank perlu memiliki ruang likuiditas yang memadai.

"Karena informasi dari perbankan, permintaan kredit itu masih cukup tinggi, tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit," ujar Juda usai rapat koordinasi bersama DPR dan Bank Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Pertumbuhan Kredit Terus Menguat

Juda mengungkapkan, optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan kredit perbankan pada Mei 2026 mencapai 11,51 persen secara tahunan (year on year).

Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 9,98 persen. Tren kenaikan itu dinilai menunjukkan aktivitas penyaluran kredit masih berlangsung positif.

"Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit dalam bulan-bulan ke depan. Oleh sebab itu, likuiditas memang benar-benar harus tetap terjaga di perbankan," katanya.

Hasil Evaluasi Bersama BI dan KSSK

Optimisme tersebut juga menjadi salah satu dasar pemerintah melanjutkan berbagai kebijakan untuk menjaga likuiditas perbankan.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi bersama Bank Indonesia (BI) dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengenai efektivitas kebijakan yang selama ini diterapkan.

Hasil evaluasi tersebut kemudian dibahas dalam rapat koordinasi antara pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia pada Senin (29/6).

Menurut Juda, koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan sektor perbankan tetap mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha.

Likuiditas Dinilai Penting bagi Dunia Usaha

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah menilai terjaganya likuiditas perbankan menjadi salah satu faktor penting agar penyaluran kredit ke sektor riil tidak mengalami hambatan.

Dengan likuiditas yang memadai, perbankan diharapkan dapat terus memenuhi permintaan pembiayaan dari pelaku usaha maupun masyarakat sehingga momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga hingga akhir tahun.

Halaman Selanjutnya

Sejak September 2025, pemerintah memang telah menjalankan kebijakan penempatan dana di bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai upaya memperkuat likuiditas perbankan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari koordinasi pemerintah bersama anggota KSSK dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |