Jakarta, VIVA – Dua warga masih dalam pencarian setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Senin malam, 21 September 2026. Pemerintah Kabupaten Solok kini menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan bencana.
Pencarian dua warga tersebut menjadi salah satu fokus tim gabungan. Tim SAR telah menyusuri aliran sungai yang terdampak banjir untuk mencari keberadaan korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Solok.
”Rapat koordinasi penetapan status (tanggap darurat) sudah dilakukan oleh wakil bupati Solok,” kata Berton di Jakarta pada Selasa, 22 September 2026.
Tak hanya menelan korban, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas dan berdampak pada permukiman warga. BNPB mencatat 100 rumah dan 10 kantor pemerintah terdampak.
Satu jembatan serta sejumlah kendaraan juga ikut terdampak akibat derasnya aliran banjir. Berton menyebut bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi. Hal itu berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sementara dari enam warga yang terdampak, empat orang mengalami luka-luka. Satu di antaranya mengalami luka berat, sedangkan tiga lainnya mengalami luka ringan.
”Saat ini ada 2 korban yang belum ditemukan, 1 luka berat, dan 3 luka ringan. Sementara untuk pengungsi ada 50 warga dan ada 100 rumah yang terdampak,” ujarnya.
Sebanyak 50 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian. Di saat yang sama, petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak bencana secara keseluruhan.
Tim SAR terus memperluas pencarian terhadap dua warga yang belum ditemukan. Sungai menjadi salah satu titik yang disisir karena banjir membawa material dan aliran air dengan deras.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain pencarian korban, tim gabungan juga mulai membersihkan lumpur yang memenuhi sejumlah lokasi setelah banjir surut.
”Pendataan dampak masih tetap berlangsung. Kemudian Tim SAR sudah menyusur sungai dan tim gabungan sudah melakukan pembersihan lumpur,” katanya.
Banjir Bandang Solok Bikin Porak-poranda, 10 Kantor Pemerintah dan 100 Rumah Terdampak, 2 Warga Hilang
Banjir bandang menerjang wilayah Solok, Sumatra Barat, setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur daerah tersebut. Dua warga dilaporkan masih hilang.
VIVA.co.id
22 September 2026

8 hours ago
1





















