Penanganan Banjir di Jakarta Dikritik, Begini Respons Pramono

1 day ago 4

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:29 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjawab kritik terkait penanganan banjir di ibu kota yang dinilai kurang maksimal.

Adapun kritik tersebut disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta yang menilai bahwa Pramono hanya menyalahkan curah hujan yang tinggi.

Ilustrasi cuaca mendung

Photo :

  • VIVA.co.id/Andrew Tito

“Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan 'given', bukan kita yang membuat," ungkap Pramono saat dijumpai di Balai Kota, Jumat, 23 Januari 2026.

Cuaca ekstrem ini alam yang memberikan sehingga dengan demikian pihaknya menangani dampaknya.

Pramono mengatakan bahwa dirinya juga tak mengulangi metode gubernur sebelumnya dalam mengatasi banjir dan cuaca ekstrem di Jakarta.

Selain melakukan modifikasi cuaca sebagai solusi jangka pendek, ia juga melakukan normalisasi kali. Misalnya, Kali Ciliwung, Kali Krukut hingga Kali Cakung Lama yang baru ia tinjau pada Jumat pagi.

“Dan ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan itu saya akan lakukan. Ini pasti nggak populer, karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau, tidak mau, suka tidak suka pasti ada singgungannya," katanya.

Kendati demikian, Pramono mengaku tak masalah mendapatkan kritik dari pihak manapun.

Ia berkomitmen akan tetap fokus berupaya menangani banjir di Jakarta baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Memang kalau teman-teman nggak mengritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang ingin dikritik juga," kata Pramono.

Sebuah akun di media sosial (medsos) menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tak tepat karena menyalahi siklus alam.

Ilustrasi cuaca mendung

Photo :

  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @pulihkanjakarta, Pramono dikritik karena penanganan banjir melalui modifikasi cuaca dinilai keliru sejak dari logika dasar.

“Hujan adalah siklus alam, keberadaannya dibutuhkan makhluk hidup di darat. Ketika hujan diintervensi melalui modifikasi cuaca, dalam jangka panjang justru akan mengakibatkan masalah lingkungan hidup lain: kesuburan dan sumber daya tanah,” tulis akun tersebut.

Tanggul Kali Angke di Tangerang Jebol hingga buat banjir

Tanggul Kali Angke Jebol! 550 Rumah Terendam, Ribuan Warga Pinang Griya Tangerang Mengungsi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang sejak malam hari, berujung petaka. Tanggul Kali Angke jebol, menyebabkan banjir merendam Perumahan Pinang Griya di Tangerang.

img_title

VIVA.co.id

23 Januari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |