Selasa, 10 Februari 2026 - 00:20 WIB
VIVA – Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan para pelaku penembakan terhadap Letnan Jenderal Rusia Vladimir Alexeyev mengakui bahwa aksi tersebut dilakukan atas perintah Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan dijanjikan bayaran sebesar 30.000 dolar AS (sekitar Rp480 juta).
Dalam keterangan resminya, FSB menyebut para tersangka telah memberikan kesaksian rinci mengenai persiapan dan pelaksanaan percobaan pembunuhan terhadap perwira tinggi Rusia tersebut. Informasi itu kemudian dirangkum oleh kantor berita TASS, Senin, 9 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Para tahanan telah mengakui dan memberikan rincian persiapan upaya pembunuhan terhadap Alexeyev, yang dilakukan atas perintah dari Dinas Keamanan Ukraina," kata FSB.
FSB mengungkapkan, pelaku utama penembakan adalah Lyubomir Korba, yang disebut direkrut oleh SBU pada Agustus 2025. Korba mengaku menerima pelatihan penggunaan senjata api di sebuah lapangan tembak di Kiev. Menurut FSB, proses perekrutan Korba turut difasilitasi oleh badan intelijen Polandia.
Setelah direkrut, Korba disebut melakukan pengamatan terhadap sejumlah perwira militer berpangkat tinggi di Wilayah Moskow. SBU kemudian memberikan senjata kepadanya melalui sebuah tempat penyimpanan (stash) di luar Moskow.
FSB juga menyebut keterlibatan Zinaida Serebritskaya, seorang perempuan yang menyewa apartemen di gedung tempat Jenderal Alexeyev tinggal. Melalui tempat penyimpanan yang sama, Serebritskaya diduga mengirimkan kunci elektronik pintu depan gedung tersebut kepada Korba untuk memudahkan akses.
Selain itu, Viktor Vasin turut ditahan karena diduga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. Menurut FSB, Vasin merupakan pendukung Yayasan Anti-Korupsi yang di Rusia telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Dalam pengakuannya, para tersangka menyebut SBU menjanjikan imbalan sebesar 30.000 dolar AS kepada Korba jika berhasil membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev. FSB menegaskan para pelaku telah mengakui bertindak atas perintah langsung badan intelijen Ukraina.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Percobaan pembunuhan terhadap Alexeyev terjadi pada 6 Februari di sebuah gedung apartemen di wilayah barat laut Moskow. Dalam insiden tersebut, pelaku menembakkan senjata api beberapa kali ke arah korban.
FSB menyatakan Korba, warga negara Rusia kelahiran 1960, sempat melarikan diri ke luar negeri sebelum akhirnya ditangkap di Dubai dengan bantuan aparat penegak hukum Uni Emirat Arab (UEA). Ia kemudian diekstradisi ke Rusia. Sementara itu, Viktor Vasin ditahan di Moskow, dan Zinaida Serebritskaya dilaporkan melarikan diri ke Istanbul sehari sebelum serangan terjadi.
Halaman Selanjutnya
Pihak Rusia menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut.

5 hours ago
1












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)




