Pengakuan Mengejutkan RSHS ke Dedi Mulyadi soal Bayi Nyaris Tertukar

2 weeks ago 6

Jumat, 10 April 2026 - 15:16 WIB

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026. 

Melalui video call, Dedi meminta penjelasan dari pihak rumah sakit terkait penanganan kasus, termasuk sanksi terhadap perawat yang diduga lalai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak rumah sakit melalui Asisten Manajer Keperawatan, Arif, menjelaskan bahwa perawat yang terlibat merupakan tenaga senior berstatus aparatur sipil negara (ASN) dengan masa kerja lebih dari 20 tahun. Saat ini, perawat tersebut telah dinonaktifkan sementara dari pelayanan.

“Sementara memang sebagai bentuk pembinaan, kami nonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam,” ujar Arif dilihat melalui YouTube KDM Jumat, 10 April 2026.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung

Arif menambahkan, kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan internal. Pihak rumah sakit telah melakukan klarifikasi serta melaporkan kejadian ini kepada Direktur Medik dan Keperawatan hingga Direktur Utama untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi juga mempertanyakan jenis sanksi yang akan diberikan jika terbukti terjadi kelalaian atau bahkan unsur kesengajaan. Menurut Arif, sanksi akan ditentukan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Komite Keperawatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa jika pelanggaran berkaitan dengan kompetensi, maka akan dilakukan pembinaan seperti pelatihan ulang. 

“Tapi kalau sudah jelas-jelas misalkan itu kelalaian, nah itu mungkin nanti akan ada tindakan pencambutan kewenangan klinis sementara gitu, Pak. Sampai permanen, bisa sampai permanen tergantung kasusnya,” tegas Arif.

Heboh Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung, Ibu Temukan Anaknya di Gendongan Orang Tak Dikenal

Klarifikasi RS Hasan Sadikin Bandung Soal Kejadian Viral Bayi Hampir Tertukar

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah kisah yang beredar luas di media sosial memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan.

img_title

VIVA.co.id

10 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |