VIVA – Pengakuan pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, mencuri perhatian setelah timnya dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026. Meski kalah telak 1-5 dari Belgia pada laga terakhir Grup G, Bazeley memilih melihat sisi positif dari perjalanan timnya sepanjang turnamen.
Kekalahan di BC Place, Vancouver, membuat Selandia Baru mengakhiri fase grup di posisi juru kunci. Namun, menurut Bazeley, hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan perjuangan timnya yang beberapa kali mampu menyulitkan lawan sepanjang turnamen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selandia Baru sebenarnya sempat tampil menjanjikan pada dua pertandingan sebelumnya. Mereka lebih dulu unggul atas Iran sebelum harus puas bermain imbang 2-2. Saat menghadapi Mesir, tim berjuluk All Whites itu juga sempat memimpin, tetapi akhirnya menyerah 1-3.
Bazeley mengakui timnya sempat berharap situasi grup akan sedikit berpihak ketika mengetahui Belgia menjadi lawan terakhir.
"Saat undian grup keluar dan kami tahu Belgia menjadi lawan terakhir, kami sempat berpikir mereka mungkin sudah mengoleksi enam poin sehingga situasinya bisa menguntungkan kami," ujar Bazeley.
"Kami seharusnya bisa mendapatkan poin dari dua pertandingan pertama, dan kami memang punya peluang untuk melakukannya. Sayangnya kami gagal memanfaatkannya."
Harapan untuk memberikan perlawanan sempat muncul ketika Elijah Just memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Namun, Selandia Baru justru kembali kebobolan dua gol pada menit-menit akhir akibat terlalu terbuka saat mengejar ketertinggalan.
"Kami tidak ingin mengakhiri Piala Dunia ini hanya dengan bertahan setelah tertinggal 0-2. Kami mencoba bangkit dan mencetak gol, tetapi kami harus membayar mahal karena terlalu terbuka," kata Bazeley.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski gagal melaju ke babak 32 besar, pelatih berusia 53 tahun itu yakin pengalaman tampil di Piala Dunia akan menjadi bekal berharga bagi para pemain mudanya.
"Sebagian besar pemain ini masih akan kembali empat tahun lagi. Mereka akan menjadi lebih baik karena pengalaman ini. Kekalahan ini memang menyakitkan, dan memang seharusnya terasa menyakitkan karena kami tersingkir dari Piala Dunia. Namun mereka memiliki masa depan yang cerah, baik di level klub maupun bersama tim nasional."
Halaman Selanjutnya
Optimisme serupa juga disampaikan kapten sekaligus penyerang veteran Chris Wood. Pemain yang juga tampil bersama Selandia Baru di Piala Dunia 2010 itu menilai timnya telah menunjukkan perkembangan, meski masih tertinggal jauh dari tim sekelas Belgia.

6 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

