Jakarta, VIVA – Seiring langkah Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045, pengembangan tenaga kerja yang terampil dan adaptif akan menjadi hal penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Hal ini memerlukan jalur pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan tujuan nasional, sehingga peserta didik dapat membangun kemampuan praktis sekaligus pengetahuan akademik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menetapkan transformasi sumber daya manusia dan pendidikan sebagai hal yang penting untuk mencapai ambisi Indonesia pada 2045.
Menanggapi kebutuhan yang terus berkembang tersebut, RMIT University Australia mendorong perubahan yang lebih luas dalam cara pandang terhadap pendidikan vokasi, bukan sebagai jalur yang lebih rendah daripada universitas, melainkan sebagai bagian yang sama berharganya dalam suatu sistem pendidikan tersier yang saling terhubung.
RMIT menyelenggarakan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi dalam satu institusi. Hal ini memberikan lebih banyak pilihan studi kepada peserta didik melalui pelatihan praktis, pembelajaran akademik, dan pengalaman industri.
RMIT menekankan perlunya hubungan yang lebih erat antara pendidikan vokasi, pendidikan tinggi, dan industri seiring langkah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
RMIT juga semakin menyediakan jalur yang mulus antara pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Di Australia, universitas ini menawarkan 350 jalur pendidikan yang telah diselaraskan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dari berbagai latar belakang dan usia, seiring perkembangan kebutuhan profesional mereka.
Pendekatan yang terhubung ini semakin relevan bagi Indonesia. Perubahan kebutuhan tenaga kerja dan capaian ketenagakerjaan menunjukkan perlunya hubungan yang lebih kuat antara pendidikan dan dunia kerja.
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,63 persen pada 2025, yang menegaskan perlunya terus memperkuat jalur dari pendidikan menuju pekerjaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Angka tersebut menunjukkan pentingnya memperbaiki transisi menuju pekerjaan yang bermakna, bukan mempertanyakan nilai pendidikan vokasi itu sendiri.
“Kami memahami bahwa sistem pendidikan tersier yang saling terhubung dapat lebih baik memenuhi kebutuhan peserta didik masa kini, pemberi kerja, dan tujuan nasional. Indonesia membutuhkan sistem yang menghubungkan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi; menempatkan keterampilan praktis sejajar dengan pengetahuan akademik; mengintegrasikan pembelajaran dengan industri; serta memungkinkan peserta didik berpindah di antara berbagai jalur seiring perkembangan industri dan karier,” kata Direktur RMIT Indonesia, Tantia Dian Permata Indah dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Halaman Selanjutnya
Di Australia, RMIT mendorong sistem pendidikan tersier yang terhubung melalui kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

