Penutupan Perdagangan Sesi I, IHSG Anjlok 1,11% ke 6.313

8 hours ago 2

loading...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Selasa hingga merosot 1,11% ke level 6.313 pada penutupan sesi I. Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.392, sebelum tekanan jual mendominasi perdagangan.

Sepanjang sesi I, IHSG bergerak pada rentang 6.277 hingga 6.423. Berdasarkan data perdagangan BEI, sebanyak 537 saham melemah, sedangkan 157 saham menguat dan 269 saham lainnya stagnan. Transaksi perdagangan saham mencapai 19,6 miliar saham dengan nilai Rp7,9 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 13 juta kali.

Baca Juga: IHSG Terperosok Makin Dalam di Awal Pekan Sentuh 6.384, Transaksi Cetak Rp11,8 Triliun

Di tengah tekanan pasar, saham Fortune Indonesia (FORU) menjadi pencetak kenaikan tertinggi atau top gainers dengan menguat 34,35%. Selanjutnya, saham Dyandra Media International (DYAN) naik 26,74% dan Satria Antaran Prima (SAPX) menguat 24,50%.

Sebaliknya, saham Bumi Benoeo Sukses Sejahtera (BBSS) mencatat penurunan terdalam sebesar 13,73%. Saham Perintis Triniti Properti (TRIN) terkoreksi 11,50%, sedangkan Lima Dua Lima Tiga (LUCY) melemah 9,94%.

Hampir seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 2,22%, diikuti sektor industri yang turun 1,70%, properti 1,35%, bahan baku 1,19%, dan konsumer non-primer 1,16%.

Baca Juga: IHSG Bergerak Volatil, Sempat Naik ke 6.451 lalu Turun ke 6.408

Sementara itu, sektor kesehatan melemah 0,95%, infrastruktur turun 0,88%, keuangan 0,79%, transportasi dan logistik 0,77%, serta teknologi 0,65%. Sektor konsumer primer menjadi yang mengalami pelemahan paling tipis, yakni 0,16%.

(nng)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |