Penyebab Meninggal Masih Abu-abu, Polisi Bakal Periksa Dokter Pembuat Surat Kematian Lula Lahfah dan RS Fatmawati

1 hour ago 1

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Jakarta, VIVA – Kepolisian masih terus mengusut secara intensif kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di unit apartemennya.

Hingga kini, penyebab kematian korban dinilai belum sepenuhnya terang sehingga aparat penegak hukum mengambil langkah lanjutan dengan memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan tambahan. Scroll lebih lanjut yuk!

Salah satu fokus utama penyelidikan adalah pemeriksaan terhadap tenaga medis yang terlibat dalam proses penerbitan surat keterangan kematian. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi dari dokter yang melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah serta pihak rumah sakit yang terlibat dalam proses visum luar.

"Kita juga meminta keterangan dari pihak dokter RS Fatmawati, yang melaksanakan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap dokter R yang mengeluarkan surat keterangan kematian termasuk kita juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak RS pondok indah terkait tentang riwayat medis dari almarhum," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Rabu 28 Januari 2026.

Selain tenaga medis, kepolisian juga berencana memanggil pihak keluarga Lula Lahfah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam alasan keluarga menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban. 

Menurut Budi, langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan yang masih berlangsung.

"Rencana tindak lanjut proses pemeriksaan keluarga dari almarhum," tuturnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa penolakan autopsi menjadi salah satu aspek yang perlu diklarifikasi. 

"Karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Ini kami sampaikan bahwa hasil keterangan dari dokter yang kemarin sempat diminta keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, pertama tidak adanya tanda-tanda kekerasan, tidak adanya tanda-tanda penganiayaan. Sehingga pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan bedah mayat atau lebih kita kenal dengan autopsi," ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi dari lingkaran terdekat korban. Mereka terdiri atas asisten rumah tangga, sopir pribadi, teknisi apartemen, hingga kekasih Lula, Reza Arap

Halaman Selanjutnya

Keterangan para saksi ini diharapkan dapat membantu menyusun kronologi peristiwa secara lebih jelas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |