Perempuan Tumbuh Bersama PNM, Menggerakkan Ekonomi Keluarga hingga Komunitas

2 days ago 6

Senin, 9 Maret 2026 - 09:06 WIB

Jakarta, VIVA - Peringatan Hari Perempuan Sedunia menjadi momentum untuk kembali melihat bagaimana perempuan memainkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian, tidak hanya di lingkup keluarga tetapi juga di komunitas.

Di Indonesia, kontribusi perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bahkan menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, atau setara dengan lebih dari 37 juta perempuan yang menjalankan usaha di berbagai sektor ekonomi. UMKM sendiri berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi skala kecil yang banyak dijalankan perempuan memiliki dampak nyata terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Ilustrasi perempuan bisnis

Photo :

  • Freepik/gpointstudio

Salah satu upaya yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dilakukan melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang hingga saat ini telah melayani lebih dari 22,9 juta perempuan prasejahtera. Melalui program ini, para perempuan tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan.

Pendampingan mencakup pelatihan usaha, pengembangan kapasitas, hingga penguatan jejaring sosial antar nasabah. Alhasil, berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga serta mendorong tumbuhnya kepemimpinan perempuan di lingkungan sekitar.

Berdasarkan riset Fisipol UGM tahun 2022, sebanyak 71,86 persen nasabah PNM Mekaar berperan dalam pengambilan keputusan di keluarga, terutama terkait keuangan, pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Bahkan dalam kelompok-kelompok pertemuan nasabah, perempuan juga mulai mengambil peran sebagai ketua kelompok yang memimpin dan menggerakkan anggota lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan usaha, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk semakin percaya diri dalam mengambil peran penting di keluarga maupun komunitasnya. Komitmen tersebut juga tercermin dari pendekatan pembiayaan yang dijalankan PNM.

Saat ini, sekitar 73 persen pembiayaan PNM berbasis syariah, yang memberikan alternatif pembiayaan yang lebih inklusif bagi masyarakat. Pendekatan ini turut mendapat apresiasi dari Warta Ekonomi melalui ajang Indonesia Sharia and Halal Top Brand Awards 2026, di mana PNM meraih penghargaan Indonesia Best Sharia Business Unit of Financial Services 2026 with Inclusive Financing Scheme to Strengthen Economic Empowerment dalam kategori Sharia Business Unit of Financial Service.

Halaman Selanjutnya

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari upaya PNM dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |