Perkembangan AI Bisa Perkuat Sistem Keamanan Industri Kripto

1 week ago 2

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:52 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI) ditegaskan dapat membuka peluang bagi industri kripto dan blockchain untuk memperkuat sistem keamanan secara lebih proaktif.

Chief Executive Officer Indodax William Sutanto mengatakan, pola serangan pada ekosistem blockchain berkembang semakin kompleks. Sehingga sistem keamanan dinilai butuh kebaruan dalam menghadapi ancaman yang terus berevolusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kompleksitas ancaman tersebut tercermin dari dua insiden peretasan pada April 2026 yang menimpa Drift Protocol dan KelpDAO dengan total kerugian sekitar 577 juta dolar AS. Laporan TRM Labs mencatat bahwa kedua insiden tersebut menyumbang sekitar 76 persen dari total nilai aset kripto yang dicuri hingga April 2026.

William menyatakan, saat ini yang berubah bukan hanya jumlah serangan yang terjadi, tetapi juga tingkat kompleksitasnya, pelaku kejahatan siber semakin terorganisir dan memanfaatkan berbagai metode yang sulit dideteksi dengan pendekatan konvensional.

"Karena itu, sistem keamanan juga harus mampu beradaptasi lebih cepat, dan AI menjadi salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk mendukung upaya tersebut," ujar dia dalam keterangannya dikutip Kamis, 2 Juli 2026.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, lanjutnya teknologi AI mulai dimanfaatkan sebagai potensi solusi baru dalam keamanan blockchain.

Berbeda dengan proses audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI memungkinkan proses analisis smart contract sekaligus pemantauan risiko (continuous monitoring) secara lebih cepat, sehingga berbagai potensi kerentanan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

Pemanfaatan AI, tambahnya, mulai diterapkan oleh sejumlah perusahaan teknologi, seperti Frosty yang dikembangkan Coinbase dan Mythos dari Anthropic.

Menurut dia selain mempercepat audit internal dan analisis smart contract, teknologi ini juga mampu melakukan on-chain analysis, memantau perubahan perilaku protokol, serta mengidentifikasi aktivitas transaksi yang tidak wajar secara real-time sehingga potensi ancaman dapat dideteksi lebih dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, William menegaskan bahwa AI bukanlah solusi tunggal terhadap seluruh ancaman keamanan di industri aset digital dan kripto.

"AI bertindak sebagai resource multiplier yang mempercepat deteksi teknis. Namun, keamanan blockchain tetaplah ekosistem dengan perlindungan berlapis," katanya.

Halaman Selanjutnya

Dikatakannya, fondasinya terletak pada tata kelola yang teregulasi, audit independen, manajemen akses yang ketat, peningkatan kesadaran di tingkat pengguna, termasuk KYC dan security hygiene, serta sumber daya manusia yang kompeten dalam mengambil keputusan yang tepat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |