Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional, Bio Farma Luncurkan Bio-TCV Hasil Sinergi Akademisi & Industri

2 hours ago 1

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:31 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bio Farma (Persero) resmi meluncurkan Bio-TCV (Typhoid Conjugate Vaccine), vaksin tifoid konjugat pengembangan dalam negeri hasil kolaborasi akademisi dan dunia industri.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, peluncuran Bio-TCV bertema "Sinergi Akademisi dan Industri untuk Kedaulatan Vaksin Nasional" ini, menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan vaksin nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peluncuran Bio-TCV menegaskan bahwa pengembangan vaksin nasional membutuhkan kolaborasi yang erat antara industri, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, regulator, pemerintah, serta mitra strategis global," kata Shadiq dalam keterangannya, Kamis, 16 Juli 2026.

Ilustrasi vaksin.

Photo :

  • Freepik/wirestock

Dia menambahkan, kehadiran Bio-TCV juga menunjukkan kemampuan Indonesia membangun ekosistem vaksin dari hulu hingga hilir. Yakni mulai dari riset, transfer teknologi, uji klinis, persetujuan regulator, produksi, hingga strategi perluasan akses bagi masyarakat.

Shadiq mengatakan, demam tifoid masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia sebagai negara endemis. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga memerlukan perbaikan sanitasi, keamanan pangan, akses air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Bio Farma menghadirkan Bio-TCV sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencegahan demam tifoid sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional," ujar Shadiq.

Dia menambahkan, vaksin ini merupakan hasil kolaborasi jangka panjang bersama International Vaccine Institute (IVI) yang dimulai sejak 2010, dilanjutkan dengan transfer teknologi pada 2013, serta melalui proses riset, pengembangan, uji klinis bersama FKUI hingga memperoleh persetujuan regulator.

'Kehadiran Bio-TCV mencerminkan kemampuan Indonesia membangun ekosistem pengembangan vaksin dari hulu hingga hilir, mulai dari riset hingga produksi, sehingga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap vaksin dan mendukung penguatan sistem kesehatan nasional," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bio-TCV merupakan vaksin tifoid konjugat yang dikembangkan untuk membantu mencegah demam tifoid, akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa sesuai indikasi yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Indonesia sendiri masih menjadi negara endemis tifoid. Data World Health Organization (WHO) tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 9 juta kasus demam tifoid setiap tahun di dunia dengan sekitar 110 ribu kematian. Di Indonesia, prevalensi tifoid diperkirakan mencapai 1,6 persen dari populasi dengan angka kejadian sekitar 148,7 per 100.000 penduduk.

Halaman Selanjutnya

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, penguatan kedaulatan kesehatan menjadi salah satu strategi Indonesia, dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. Menurutnya, kedaulatan kesehatan berarti kemampuan bangsa untuk mandiri dalam penelitian, pengembangan, dan produksi produk kesehatan strategis, termasuk vaksin.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |