Pertamax Tidak Turun Meski Harga BBM Non-subsidi Dipangkas, Pertamina Ungkap Alasannya

1 week ago 5

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:05 WIB

Jakarta, VIVA – Meski telah mengumumkan bahwa harga sejumlah BBM non-subsidi seperti misalnya Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo turun per 1 Juli 2026, namun PT Pertamina (Persero) masih mematok harga Pertamax (RON 92) di level Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) di level Rp 17.000 per liter.

Merespons hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan daya beli masyarakat saat menetapkan harga BBM non-subsidi di tengah gejolak geopolitik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga,” kata Baron di sela acara 'Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026' di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menyampaikan, Pertamina mengikuti pola perhitungan BBM sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

“Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan dan harga minyak dunia tentunya,” ujarnya.

Terkait perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite akibat terdapat pelebaran disparitas harga, Baron menyampaikan Pertamina terus memantau penyaluran BBM-nya.

“Kami terus pantau, sehingga dalam penyalurannya sendiri kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan BBM subsidi tersebut,” kata Baron.

Sebagai informasi, untuk wilayah Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar nonsubsidi yakni jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter pada Juni 2026. Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp21.150 per liter dari yang sebelumnya Rp24.800 per liter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan serupa juga terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami penurunan ke angka Rp19.300 per liter dari Rp20.750 per liter pada Juni.

Sementara itu, harga untuk BBM jenis Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp16.250 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter.

Halaman Selanjutnya

Kenaikan harga kedua produk tersebut terjadi pada 10 Juni 2026, beberapa bulan setelah pemerintah menahan harga BBM yang melonjak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. (Ant).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |