Jakarta, VIVA – Perusahaan sanitasi dan hunian berkelanjutan, LIXIL menegaskan konsistensi serta komitmen dalam memajukan industri arsitektur dan desain di Indonesia. Hal itu salah satunya dilakukan dnegan menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026.
Sejak debutnya pada 2019, LADC telah mengukuhkan posisi sebagai panggung kompetisi bergengsi bagi para arsitek Indonesia. Dengan kualitas penilaian yang objektif bertaraf internasional, LADC 2026 sekali lagi mempertegas legitimasi melalui keterlibatan jajaran panel juri prestisius lintas negara. Seperti Andra Matin (Founder, AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder, Yolodi+Maria Architects), hingga Richard Wood (Managing Partner Asia, Snøhetta); para figur kunci yang mendefinisikan arah industri saat ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selaras dengan profil dewan juri global, LADC 2026 menghadirkan apresiasi eksklusif yang siap mengelevasi portofolio dan pengalaman. Para pemenang akan memperoleh kesempatan Studio Exchange di firma internasional Snøhetta untuk mempelajari langsung praktik arsitektur kelas dunia, serta mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, sebuah perjalanan imersif untuk menyerap inspirasi desain dan memperluas wawasan. Selain itu, ajang ini juga menjanjikan eksposur publikasi luas melalui berbagai kanal komunikasi LIXIL dan mitra media sebagai pengakuan atas keunggulan desain.
Inisiatif LIXIL merespons kebutuhan desain masa kini yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan. LADC bukan sekadar kompetisi yang berorientasi pada hasil akhir, program ini hadir sebagai platform untuk memperluas ruang dialog dan membuka akses eksplorasi ide. Lebih jauh, LADC bertujuan untuk menetapkan standar baru, mendorong cara pandang arsitek dalam berpikir, mendesain, serta mewujudkan ruang hidup yang lebih baik.
“Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi. Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan. LADC tidak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang mampu menjadi percakapan dan solusi,” ujar Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
LADC 2026 mengangkat tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”. Narasi ini berakar pada karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan alam, budaya, perspektif dan pemikiran; sebuah rangkaian identitas yang berbeda-beda namun saling terhubung. Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda tanah air, untuk mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif.

5 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


